(Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Metro TV/Kautsar)
Bahlil: Pertemuan dengan Presiden Prabowo Bahas Sektor Energi
Siti Yona Hukmana • 4 March 2026 11:18
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan presiden, dan wakil presiden, serta tokoh nasional membahas perkembangan geopolitik global, termasuk situasi Iran di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026 malam. Pertemuan itu juga membahas kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin timbul.
Turut hadir dalam pertemuan itu para ketua umum partai politik, di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, serta Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Bahlil mengatakan pertemuan itu juga membahas sektor energi dan stabilitas nasional.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan Prabowo guna memastikan Indonesia mampu mengantisipasi dampak global demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional.
"Prinsipnya, kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan Bapak Presiden dan kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini," ungkap Bahlil.
Senada, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyampaikan Prabowo juga menyinggung kesiapan Indonesia menghadapi potensi krisis, termasuk ketahanan pangan, energi, serta pentingnya soliditas elite nasional. Prabowo disebut akan menyampaikan langsung sikap resmi kepada publik.

Ilustrasi. Foto: MI.
Selain isu Iran, Muzzammil mengatakan Prabowo turut menjelaskan perkembangan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace). Menurutnya, Prabowo menyampaikan Board of Peace mungkin bukan pilihan ideal, namun opsi paling realistis untuk mendorong perdamaian jangka panjang di Palestina.
“Dari penjelasan Pak Prabowo tentang Board of Peace itu adalah penjelasan yang mungkin telah Pak Prabowo sampaikan kepada MUI dan Ormas Islam," ujar Muzzammil.
Pertemuan bersama tokoh-tokoh bangsa ini menegaskan pentingnya soliditas nasional dalam menghadapi situasi politik global, yang tengah memanas. Termasuk, memastikan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan ketahanan nasional.