Ilustrasi kecerdasan buatan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Talenta Digital
Fachri Audhia Hafiez • 26 April 2026 08:39
Jakarta: Platform edukasi teknologi Dicoding menggelar ajang tahunan Dicoding Developer Conference (DDC) 2026 di Bandung, Jawa Barat. Dalam konferensi bertajuk “Built by Humans, Accelerated by AI” ini, Dicoding meluncurkan laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang mengungkap peran krusial kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi kerja para pengembang teknologi di tanah air.
“Sebanyak 63 persen developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Kami berterima kasih kepada para developer yang telah sebelas tahun mendukung kami, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar 6,5 triliun rupiah,” ujar CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Baca Juga :
Legislator Dorong Penguatan Investor Domestik
Laporan IDO 2026 yang melibatkan 3.163 talenta digital menunjukkan fakta menarik bahwa 90 persen developer profesional merasakan lonjakan produktivitas hingga lebih dari 50 persen berkat bantuan AI generatif.
Narenda juga menyoroti pentingnya keahlian praktis di luar kurikulum kampus, mengingat 75 persen praktisi menilai pembelajaran mandiri lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Senada dengan hal tersebut, Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, menjelaskan bahwa di tengah fenomena layoff global, peluang karier bidang IT justru tetap terbuka lebar. Menariknya, penyerapan tenaga kerja digital terbesar saat ini bukan lagi berasal dari perusahaan teknologi tradisional, melainkan dari sektor non-IT.
"Temuan kami menunjukkan perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, belajar teknologi tetap mutlak relevan, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi. Kita harus melatih diri menjadi spesialis dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI," tegas Arfiandwi.

Platform edukasi teknologi Dicoding menggelar ajang tahunan Dicoding Developer Conference (DDC) 2026 di Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.
Dukungan terhadap perkembangan ekosistem digital ini juga datang dari pemerintah. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyatakan optimisme terhadap kiprah para developer lokal. Menurutnya, penguasaan AI akan menjadi mesin penggerak utama ekonomi kreatif nasional ke depan.
“Kementerian Ekraf mendukung DDC 2026 sebagai ajang peningkatan kapasitas developer Indonesia. Kami optimis akan kiprah para developer di industri masing-masing, dengan bantuan AI sebagai akseleratornya,” kata Neil.
Selain pemaparan data, konferensi ini turut menghadirkan diskusi panel dan kelas teknologi mendalam mengenai Data Science hingga Cloud Infra. Melalui kolaborasi bersama mitra strategis seperti DBS Foundation, IBM, hingga Indosat Ooredoo Hutchison, Dicoding berkomitmen terus mencetak jutaan talenta digital unggul yang siap bersaing di kancah global.