Legislator Dorong Penguatan Investor Domestik

Anggota Komisi XI DPR RI, Erik Hermawan. Foto: Istimewa.

Legislator Dorong Penguatan Investor Domestik

Anggi Tondi Martaon • 26 April 2026 06:22

Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI, Erik Hermawan, mendorong penguatan investor domestik Indonesia. Hal itu dinilai dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap modal asing.

"Sehingga volatilitas nilai tukar dapat ditekan secara lebih berkelanjutan," kata Erik, melalui keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.

Anggota Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kondisi rupiah sering kali dipengaruhi kondisi global. Sebab, tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal.

"Terutama derasnya arus modal keluar serta meningkatnya preferensi investor global terhadap aset berbasis dolar Amerika Serikat," ungkap Erik.

Menurut dia, situasi ini menunjukkan bahwa tekanan global masih menjadi determinan utama dalam pergerakan nilai tukar mata uang di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa secara fundamental, kondisi ekonomi Indonesia relatif kuat dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang stabil, serta cadangan devisa yang cukup untuk menjaga stabilitas jangka pendek.

"Namun, kekuatan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan dari global financial cycle yang didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter negara maju," sebut Erik

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

Selain itu, ia menyampaikan sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah diperkuat. Optimalisasi instrumen moneter, penguatan koordinasi fiskal, serta komunikasi kebijakan yang kredibel dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Erik menegaskan bahwa kondisi ini harus dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Khususnya dalam meningkatkan daya saing ekspor dan memperkuat struktur industri dalam negeri.

"Dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, Indonesia diharapkan mampu menghadapi gejolak global dengan lebih resilien sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar secara berkelanjutan," ujar Erik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)