Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Purbaya: Dibanding Negara Lain, Rupiah Masih Kuat!
Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2026 19:21
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk. Justru perekonomian domestik masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
"Tapi untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat," ujar Purbaya, dalam taklimat media di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.
Menkeu menjelaskan dinamika pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global serta ekspektasi pasar. Dari sisi Kementerian Keuangan, pihaknya akan terus berupaya meredam gangguan atau noise yang memicu persepsi negatif terhadap ekonomi Indonesia.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Kebijakan berjalan lebih efektif
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif. Kemudian, sejumlah isu yang sempat menimbulkan polemik, termasuk kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan guna mengurangi ketidakpastian di pasar.
Lebih lanjut, Bendahara Negara itu menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Menurut dia, sentimen negatif yang beredar bisa memperburuk persepsi terhadap rupiah, meski kondisi fundamental ekonomi tidak mengalami perubahan.
"Yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat (tumbuh) karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Terus ini kan juga terjadi noise yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan," jelas dia.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini tercatat menguat 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per USD.