Pentagon Beri Kontrak F-15 Eagle Crest ke Boeing, Indonesia Masuk Konsumen Potensial

Jet tempur F-15 yang diproduksi Boeing. Foto: Defense Mirror

Pentagon Beri Kontrak F-15 Eagle Crest ke Boeing, Indonesia Masuk Konsumen Potensial

Fajar Nugraha • 25 August 2026 19:32

Washington: Departemen Perang Amerika Serikat (AS) mengumumkan Boeing Co., mendapatkan kontrak jet tempur F-15 Eagle Crest dengan skema penjualan militer asing (Foreign Military Sales/FMS).

Indonesia termasuk dalam skema FMS bersama dalam beberapa negara lainnya.

“Boeing meraih kontrak dengan nilai plafon sebesar USD131,2 miliat untuk program F-15 Eagle dalam rangka mendukung Kantor Program F-15,” sebut pengumuman dari Departemen Perang AS di situs resminya yang dilansir pada Selasa 25 Agustus 2026.

“Kontrak ini mencakup produksi pesawat, integrasi sistem, modernisasi, peningkatan kemampuan (upgrade), retrofit, pemeliharaan berkelanjutan, serta pembentukan kemampuan pemeliharaan tingkat depot organik guna menghadirkan dan memelihara kemampuan vital Sistem Senjata F-15 Eagle bagi Angkatan Udara, Air National Guard, dan pelanggan lain di lingkungan Departemen Pertahanan,” ungkap pengumuman itu.

“Adapun negara yang termasuk dalam skema penjualan militer asing antara lain: ke Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, dan Polandia. Kontrak ini merupakan pengadaan melalui penunjukan langsung (sole-source),” imbuh pengumuman tersebut.

Dana penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi Tahun Anggaran 2026 sebesar USD343.740 dialokasikan pada saat penandatanganan kontrak.

Air Force Life Cycle Management Center di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson, Ohio, bertindak sebagai pihak yang mengelola kontrak dengan registrasi FA8634-26-D-B001.

Selain itu, University of New Mexico, Albuquerque, New Mexico, telah mendapatkan kontrak senilai USD27.408.016 dengan skema biaya tanpa imbalan jasa (cost-no-fee) untuk pengembangan sistem nuklir, integrasi sistem nuklir, pengujian terbang dan evaluasi sistem nuklir, serta komando, kendali, dan komunikasi nuklir.

Pekerjaan akan dilaksanakan di Albuquerque, New Mexico, dan diperkirakan rampung pada 24 November 2031. Kontrak ini merupakan hasil pengadaan kompetitif, di mana satu penawaran diterima.

Dana penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi Tahun Anggaran 2026 sebesar USD344.167 dialokasikan pada saat penandatanganan kontrak. Air Force Research Laboratory di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, New Mexico, bertindak sebagai pihak yang mengelola kontrak FA9453-26-C-X021 ini.

(Fajar Nugraha)