Polisi Olah TKP Kebakaran Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Tim penyidik Polresta Lombok Tengah bersama Puslabfor saat melakukan olah TKP penyebab kebakaran Rumah Adat Sade di Lombok Tengah, Senin, 24 Agustus 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi.

Polisi Olah TKP Kebakaran Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Silvana Febiari • 24 August 2026 15:37

Lombok Tengah: Tim penyidik Polresta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah Adat Wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut. Olah TKP dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Bali.

"Hari ini kami mendampingi tim Puslabfor melakukan olah TKP, pasca-kebakaran rumah Adat Sade," kata Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Pungugan Hutahaean usai kegiatan olah TKP di Kampung Wisata Sade di Lombok Tengah, seperti dilansir Antara, Senin, 24 Agustus 2026.

Olah TKP dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade, salah satu ikon wisata di Lombok Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

"Intinya kami sedang melakukan olah TKP. Itu saja yang bisa saya sampaikan dulu. Kami mengumpulkan barang bukti penyebab kebakaran," ungkapnya.

Selain mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui penyebab kebakaran, pihaknya juga mengambil keterangan dari warga yang mengetahui peristiwa kebakaran tersebut. "Olah TKP ini juga untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi," ucapnya.


Kobaran api kebakaran rumah adat Sade Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.


Sebelumnya, Pemerintah Lombok Tengah bersama pemerintah desa mulai menghitung dampak kebakaran ratusan rumah Dusun Adat Sade, pukul 22.00 WITA, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. 

Berdasarkan data sementara, sebanyak 75 unit rumah adat yang terdampak dari kebakaran tersebut, serta 20 rumah warga yang ada di sekitar kawasan kampung Adat tersebut. Kebakaran juga merusak masjid, berugak, lumbung, 69 lapak UMKM atau arshop, gazebo atau berugak, toilet, hingga gerbang adat

"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp34 miliar," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Pemerintah daerah akan membawa hasil pendataan ini untuk dibahas bersama Pemprov NTB dan pemerintah pusat. Termasuk terkait pemulihan mata pencaharian warga.

"Jumlah jiwa yang terdampak mencapai 320 jiwa," ujarnya.

(Silvana Febiari)