Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Program Khusus 2026

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi melantik dan mengambil sumpah 260 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Program Khusus (Progsus) Tahun Anggaran 2026. Foto: Puspen TNI.

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Program Khusus 2026

Fachri Audhia Hafiez • 29 January 2026 18:55

Jakarta: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi melantik dan mengambil sumpah 260 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Program Khusus (Progsus) Tahun Anggaran 2026. Upacara Prasetya Perwira yang digelar di Mabes TNI Cilangkap ini turut dihadiri oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta para Kepala Staf Angkatan.

“Para Perwira Remaja telah digembleng di lembaga pendidikan sehingga memiliki jati diri TNI, Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional,” ujar Agus di Lapangan Prima Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026.
 



Agus menegaskan bahwa para perwira yang dilantik merupakan lulusan terpilih dari lembaga pendidikan strategis nasional, mulai dari Universitas Pertahanan (Unhan), STIN, Poltek SSN, hingga PPI Curug. Mereka telah melalui proses pembinaan komprehensif untuk membentuk karakter prajurit yang tangguh dan siap diterjunkan ke medan tugas.

Tantangan tugas TNI ke depan diyakini akan semakin kompleks, seiring dengan dinamika lingkungan strategis di tingkat global maupun nasional. Oleh karena itu, Panglima meminta para perwira muda ini untuk terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta situasi dunia saat ini.


Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi melantik dan mengambil sumpah 260 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Program Khusus (Progsus) Tahun Anggaran 2026. Foto: Puspen TNI.

“Untuk menghadapi dinamika perkembangan tersebut, TNI terus melakukan upaya dan mengembangkan diri sehingga mampu beradaptasi dengan situasi dunia saat ini,” tegas Agus.

Agus berharap generasi perwira baru ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat visi TNI Prima. Fokusnya adalah melahirkan prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)