Trump Ancam Gempur Iran Lagi usai Serangan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Ancam Gempur Iran Lagi usai Serangan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 10:18

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberikan respons militer terhadap Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah pangkalan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Kami akan menghantam mereka dengan keras. Akan ada respons,” kata Trump kepada Fox News, Senin, 31 Agustus 2026.

IRGC sebelumnya mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara King Hussein dan Azraq di Yordania serta drone bermuatan bahan peledak ke Pangkalan Udara Al Minhad di UEA.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak pada Minggu kemarin. Serangan AS dilaporkan menargetkan sistem yang diduga tengah dipersiapkan Iran untuk memasang ranjau laut di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia.

Trump mengatakan sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar serangan Iran. Menurutnya, satu rudal sengaja dibiarkan melintas setelah dinilai tidak akan mengenai sasaran penting.

Trump Tingkatkan Tekanan terhadap Iran

Dalam pernyataan terpisah, Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan menyebut pemerintahan Iran sebagai “negara yang secara resmi gagal."

Ia juga menuduh para pemimpin Iran bertanggung jawab atas kematian lebih dari 100.000 demonstran. “Mereka harus diadili atas kejahatan perang terhadap kemanusiaan,” tulis Trump melalui Truth Social, seperti dikutip TRT World.

Tuduhan mengenai lebih dari 100.000 demonstran tewas tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Trump juga mengeklaim Iran telah mengalami pelemahan besar. Ia mengatakan negara tersebut kini tidak memiliki “Angkatan Laut," “Angkatan Udara," maupun “mata uang," sementara struktur kepemimpinannya berada dalam “kekacauan total."

Di tengah meningkatnya ancaman militer dan tekanan ekonomi, Trump mengatakan Teheran sedang berupaya mengadakan pertemuan dengan Washington.

Namun, ia meragukan kemungkinan tercapainya terobosan diplomatik dalam waktu dekat dan mengatakan sanksi AS mulai memberikan tekanan kuat terhadap Iran.

Ancaman Trump tersebut muncul ketika ketegangan kedua negara kembali meningkat setelah serangkaian serangan dan aksi balasan di sekitar Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Tegaskan Setiap Serangan Baru AS Akan Picu Respons yang Lebih Keras

(Willy Haryono)