Iran memperingatkan akan menyerang lokasi yang digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya. (Anadolu Agency)
Iran Tegaskan Setiap Serangan Baru AS Akan Picu Respons yang Lebih Keras
Willy Haryono • 1 September 2026 08:35
Teheran: Iran mengancam akan menyerang setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap wilayahnya, dan setiap serangan baru dari Washington akan memicu "respons yang lebih keras."
Peringatan tersebut disampaikan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan bersama pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kedua lembaga militer itu mengatakan AS tetap melakukan operasi dari wilayah negara-negara regional meski sebelumnya telah mendapat peringatan dari Iran serta jaminan dari sejumlah negara di kawasan.
Iran menegaskan menghormati kedaulatan negara-negara tetangganya, tetapi tidak akan mentoleransi serangan terhadap wilayahnya.
“Setiap serangan berikutnya akan mendapat respons yang jauh lebih keras,” ujar pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Iran menunjuk serangan yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran pada malam sebelumnya sebagai contoh respons terhadap serangan AS.
“AS tidak memiliki pilihan selain meninggalkan kawasan,” kata kedua lembaga militer tersebut.
Iran Ancam Negara yang Bantu Serangan AS
Pernyataan itu juga memperingatkan negara-negara yang memberikan fasilitas bagi operasi militer AS terhadap Iran. IRGC dan Angkatan Darat Iran disebut akan bersama-sama menyerang sumber setiap serangan dengan “kekuatan yang luar biasa”.“Jangan uji” kembali tekad angkatan bersenjata Iran, demikian peringatan tersebut.
Ancaman itu muncul setelah pasukan AS pada Minggu menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak, dekat Selat Hormuz. Media Iran melaporkan serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.
Iran kemudian mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah lokasi yang digunakan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
Eskalasi tersebut kembali meningkatkan risiko meluasnya konflik di kawasan, terutama di tengah ketegangan terkait aktivitas militer AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Tuduh Uni Eropa Serahkan Kedaulatan dengan Dukung Sanksi AS