Iran menuduh Uni Eropa mengorbankan independensi hukum dan politiknya dengan mendukung sanksi AS. (Anadolu Agency)
Iran Tuduh Uni Eropa Serahkan Kedaulatan dengan Dukung Sanksi AS
Willy Haryono • 1 September 2026 06:48
Teheran: Iran menuduh Uni Eropa (UE) mengorbankan kedaulatan serta independensi hukum dan politiknya dengan mendukung sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baqai mengatakan melalui platform X bahwa UE tampak “menyerahkan kedaulatan, hukum dan peraturannya, nilai-nilai serta etikanya kepada tekanan Amerika."
Ia menyoroti Blocking Statute milik UE yang dirancang untuk melindungi perusahaan Eropa dari penerapan ekstrateritorial sanksi asing tertentu.
Menurut Baqai, sikap UE tersebut bertolak belakang dengan kebijakan yang pernah diterapkan blok tersebut ketika menghadapi sanksi AS pada 1996.
Ia mempertanyakan bagaimana Brussels dapat mendukung langkah sepihak Washington terhadap Iran, sementara UE memiliki aturan yang menolak penerapan sanksi ekstrateritorial tersebut.
“Sekarang UE telah menjadi kaki tangan tindakan melanggar hukum Washington,” kata Baqai, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 1 September 2026.
Ia juga memperingatkan negara-negara anggota UE dapat ikut menanggung konsekuensi akibat dukungan mereka terhadap langkah ekonomi AS terhadap Iran.
Menurut Baqai, dukungan terhadap kampanye tekanan ekonomi Washington tidak sejalan dengan seruan untuk meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.
Ketegangan Iran-AS Kembali Meningkat
Pernyataan Baqai disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah AS menyerang Pulau Larak, Iran, pada Minggu.Media Iran melaporkan serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya. Iran kemudian mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah lokasi yang digunakan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ketegangan antara Teheran dan Washington meningkat sejak AS kembali memperluas kampanye tekanan terhadap Iran.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap suatu negara” sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimal terhadap Iran.
Trump mengatakan kampanye tersebut bertujuan memutus jalur keuangan Teheran. Ia juga memperingatkan negara-negara yang memberikan “jalur kehidupan ekonomi” kepada Iran melalui lembaga keuangan, perusahaan, maupun entitas pemerintah akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.
Baca juga: Bursa Saham Eropa Bervariasi, Investor Pantau Sanksi AS-Iran