Ilustrasi kebakaran. Foto: Pexels
Pernah Uji Coba Tepung untuk Padamkan Api, Pakar: Biaya Pengadaan Agak Mahal
Muhamad Marup • 26 August 2026 17:35
Jakarta: Pemerintah berencana menggunakan tepung ubi atau singkong sebagai bagian dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pakar Forensik Kebakaran Institut Pertanian Bogor (IPB), Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Bambang Hero Saharjo, mengatakan metode tersebut memungkinkan.
Ia mengaku belum mengetahui mengenai efektivitas penggunaan tepung ubi. Meski begitu, ia pernah menggunakan tepung jagung yang ditambah beberapa material lain.
"Kalau yang dari singkong saya tidak tahu, namun yang dari tepung jagung pernah saya gunakan dan uji coba serta jadi bahan penelitian mahasiswa S1 bimbingan saya," ujar Bambang, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan kelebihan penggunaan tepung jagung akan membantu pemadaman dan mencegah bara api untuk Kembali beraksi. Minusnya, biaya untuk pengadaan lumayan mahal.

Ilustrasi kebakaran. Foto: Pexels
"Bila volume atau dosis penggunaannya tidak tepat maka kegiatan pemadaman terhambat. Bisa saja, selama tersedia dana yang cukup," ucapnya.
Cara Kerja
Bambang menuturkan cara kerja penelitiannya. Tepung jagung dan beberapa material lain direndam dalam air dengan hati-hati dan takaran yang pas."Kalau terlalu kental, maka aliran air dalam selang pemadam terhambat," katanya.
Ia menyebut, produk uji cobanya berbentuk gel. Tujuannya adalah untuk memadamkan api sekaligus menutup pori-pori gambut dengan gel. Bambang menyebut, gel tersebut dapat mencegah api atau bara yang masih berada di bawah gambut tidak naik Kembali. Penggunaan gel tersebut melalui pompa dan selang.
"Karena yang digunakan adalah air dan tepung tersebut sehingga menjadi berat, yang menyebabkan semprotan api tersebut tidak terganggu oleh angin dan sesuai sasaran yang dituju," tuturnya.