Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-MPR
Warga NU Diajak Perkuat Persatuan dalam Muktamar
Siti Yona Hukmana • 28 August 2026 11:31
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengajak Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat persatuan dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara dalam momentum Muktamar ke-35 NU. Ibas menilai muktamar bukan sekadar forum permusyawaratan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali khittah perjuangan organisasi tersebut.
"Salut dan bangga untuk Nahdlatul Ulama yang kembali ke khittah untuk melanjutkan perjuangan besar dalam iman, Islam, dan takwa, sekaligus mengawal pengabdian untuk negeri," kata Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
"NU adalah perekat persatuan, penjaga moderasi beragama, serta bagian penting dalam merawat moral dan akhlak bangsa," ujar Ibas.
Ia mengatakan peran tersebut semakin relevan di tengah keberagaman Indonesia. Karena itu, Muktamar ke-35 NU diharapkan semakin memperkuat tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
Menurut Ibas, persaudaraan tidak berhenti pada hubungan sesama umat Islam, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan sebagai sesama anak bangsa dan manusia.
"Kita terus bersinergi dan berkolaborasi. Semoga Muktamar NU Ke-35 berlangsung dengan khidmat, rukun, dan penuh keberkahan," ungkap Ibas.

Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Ibas juga menyinggung hubungan keluarganya dengan lingkungan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, Jawa Timur, yang menurut dia telah berlangsung lintas generasi. Ia berharap Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan yang dapat semakin memperkuat peran NU dalam memberikan kemaslahatan bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Muktamar yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama ini akan menentukan Ketum PBNU yang baru.