CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir. Foto: Dok Youtube Pemerintah Kota Bekasi
PSEL di Kota Bekasi Kelola 500 Ribu Ton/Tahun, Investasi Rp3 Triliun
Eko Nordiansyah • 26 August 2026 11:45
Bekasi: Danantara Indonesia meresmikan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy di Kota Bekasi. Proyek PSEL ini diprediksi akan dapat mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun.
CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan, PSEL di Kota Bekasi memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan standar lingkungan Eropa.
"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi," kata Pandu dalam Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia mengatakan, dampak positif dari pembangunan PSEL di Kota Bekasi antara lain, penurunan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) sebanyak 80 persen. Proyek PSEL juga akan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.
"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi," ujar Pandu.
.jpg)
(Peresmian PSEL atau Waste-to-Energy di Kota Bekasi. Foto: Dok Youtube Pemerintah Kota Bekasi)
Investasi Rp3 triliun dengan 1.000 lapangan kerja terbuka
Sementara dari investasi senilai Rp3 triliun ini, Pandu memperkirakan akan ada sekitar 1.000 lapangan kerja hijau yang terbuka. Selain itu, pembangunan proyek PSEL juga akan mengurangi kebutuhan lahan untuk TPA sebesar 90 persen.Pandu menjelaskan, permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami satu daerah atau satu orang saja. Ia mengungkapkan, permasalahan sampah adalah permasalahan bersama sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak.
"Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang ASRI, aman, sehat, resik, dan indah," ungkap dia.