President Prabowo Subianto ensures the aid funds totalling Rp20 billion for each regency in East Nusa Tenggara (NTT) has been distributed. Photo: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Tegaskan Kegiatan Belajar Mengajar di Lokasi Bencana NTT Tak Boleh Berhenti
Kautsar Widya Prabowo • 27 August 2026 06:02
Nagekeo: Presiden Prabowo Subianto menegaskan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak boleh berhenti. Pemerintah menyiapkan tenda sebagai ruang kelas sementara untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi bencana.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi Batalyon TP 834 Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, Presiden meminta penambahan tenda yang dapat digunakan sebagai ruang kelas sementara bagi para siswa.
"Ya sudah, sementara sekolah enggak boleh berhenti ya. Jadi tambah tenda, mau tambah orange-nya, mau tambah hijaunya, mau putih, ya," ujar Prabowo, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pemimpin di Tengah Bencana
"Kementerian Dikdasmen juga sudah menyiapkan tenda-tenda sekolah, sekarang dalam proses pengiriman, Bapak. Untuk sementara pakai tenda-tenda pengungsi yang orange juga kami dukung untuk sekolah sementara," kata Suharyanto.
Prabowo kemudian memastikan kapasitas tenda yang disiapkan dapat menampung para siswa. Tenda BNPB disebut dapat digunakan untuk sekitar 45 hingga 50 orang, sementara tenda lainnya menyesuaikan kapasitas.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 26 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Dalam kesempatan lain saat menyapa para pengungsi di Lapangan Berdikari, Prabowo kembali menegaskan pemerintah tengah menyiapkan langkah agar sekolah dapat segera kembali dibuka, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
"Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan. Mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah, mungkin di tenda dulu," ujar Prabowo.
Presiden juga meminta masyarakat bersabar hingga kondisi dinilai lebih aman. Berdasarkan masukan para ahli, masyarakat diperkirakan membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu sebelum kondisi benar-benar memungkinkan untuk masuk ke tahap pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah.
"Jadi percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," tegas Prabowo.