Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi.
Pede 75% Persoalan Sampah Selesai pada 2029, Zulhas Ungkap Caranya
Husen Miftahudin • 26 August 2026 13:30
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meyakini pemerintah dapat menangani 70 persen sampai 75 persen persoalan sampah nasional pada 2029. Target tersebut akan dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak serta pemanfaatan sejumlah teknologi pengolahan sampah.
"Selain pirolisis, ada juga RDF, dan yang lain-lain. Nah, yang akhir itu pemisahan. Kalau kita kerja sama, insyaallah 2029, 70-75 persen bisa kita selesaikan sampah ini," tegas Zulhas dalam peresmian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah akan menggunakan sejumlah pendekatan untuk menangani timbulan sampah pada 2029. Pengolahan sampah organik dari sumber ditargetkan mencakup 12,4 persen. Pengelolaan melalui TPS-3R atau bank sampah induk diproyeksikan mencapai 19,8 persen.
Selanjutnya, pengelolaan melalui TPST-Refuse Derived Fuel (RDF) diproyeksikan mencapai 25,3 persen. Pengolahan melalui TPST non-RDF dengan teknologi pirolisis sekitar 20 persen, sedangkan PSEL atau Waste-to-Electricity mencapai 22,5 persen.
Pembagian tersebut menunjukkan penanganan sampah akan dilakukan melalui berbagai pendekatan dan tidak hanya mengandalkan satu teknologi.

(Data teknologi pengolahan sampah nasional. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi)
Dorong kolaborasi semua pihak
Zulhas mengatakan, persoalan sampah telah berlangsung lama sehingga membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk mencapai penyelesaian.
"Mulai Indonesia merdeka sampai hari ini masalahnya tambah banyak, tapi dua-tiga tahun ini bisa kita selesaikan. Saya meyakini, asal kerja sama semua pihak," tutur dia.
Menurut Zulhas, pemerintah memiliki tugas mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto agar program pengelolaan sampah dapat berjalan sesuai target.
"Oleh karena itu, itulah tugas kami mengawal perintah Bapak Presiden agar ini bisa sukses dan berhasil," tegas dia.