Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi.
Zulhas: PSEL Tak Cukup, Pemerintah Siapkan Teknologi Lain untuk Kelola Sampah
Husen Miftahudin • 26 August 2026 13:24
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pengolahan sampah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) diproyeksikan hanya menangani sekitar 22,5 persen dari total timbulan sampah. Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah teknologi dan metode lain untuk menangani sisa timbulan sampah.
"Sampah ini banyak sekali masalahnya. Jadi yang kita bicarakan hari ini itu hanya 22,5 persen. Kalau semua yang dikerjakan Danantara, itu baru 22,5 persen lewat PSEL," ujar Zulhas dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan pengelolaan sampah melalui PSEL mencapai 15 persen pada 2027. Menurut dia, pencapaian tersebut sudah menjadi hasil yang baik.
"Tadi saya dengar (penyelesaian sampah lewat PSEL) sampai tahun depan bisa sampai 15 persen. Kalau 15 persen itu sudah luar biasa, excellent, bagus sekali. Kalau bisa kita menyelesaikan 15 persen pengelolaan sampah menjadi energi listrik," ucap dia.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, porsi pengelolaan sampah melalui Waste-to-Electricity atau PSEL diproyeksikan mencapai 22,5 persen dari total timbulan sampah pada 2029. Proyeksi tersebut menggunakan asumsi timbulan sampah nasional mencapai 146.780 ton per hari pada 2029.
Baca Juga :
Bos PLN: Tujuan PSEL Bukan Cuma Hasilkan Listrik, Tapi Ciptakan Lingkungan Bersih dari Sampah
(Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: dok Metrotvnews.com)
Pirolisis dan RDF untuk kelola sisa sampah
Zulhas mengatakan PSEL bukan satu-satunya teknologi yang disiapkan pemerintah untuk menangani timbulan sampah. Pemerintah juga menyiapkan teknologi pirolisis, Refuse Derived Fuel (RDF), serta metode pengolahan lainnya.
"Ada lagi pirolisis, ini yang waste-to-energy yang baru. Yang lama itu sudah ada berapa puluh juta (timbulan sampah). Itu yang akan kita pakai pirolisis. Jadi tidak usah khawatir kekurangan sampah (untuk PSEL)" tegas dia.
Ia mencontohkan Kota Bekasi menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Menurut Zulhas, kapasitas pengolahan melalui fasilitas PSEL perlu disesuaikan dengan jumlah timbulan sampah yang tersedia.
Selain pirolisis, pemerintah juga menyiapkan RDF dan sejumlah metode pengolahan sampah lainnya. Pemilahan sampah menjadi salah satu tahapan dalam pengelolaan timbulan sampah.