Ilustrasi, program waste to energy. Foto: dok Danantara.
Bos PLN: Tujuan PSEL Bukan Cuma Hasilkan Listrik, Tapi Ciptakan Lingkungan Bersih dari Sampah
Husen Miftahudin • 26 August 2026 12:25
Jakarta: Danantara Indonesia meresmikan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) atau Waste-to-Energy di Kota Bekasi. Proyek tersebut ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan pembangunan PSEL tidak hanya berorientasi pada produksi listrik. Menurut dia, tujuan utama proyek tersebut ialah mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih melalui pengolahan sampah.
"Jadi produk utamanya bukan listrik, tetapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini," kata Darmawan dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Darmawan mengatakan PLN menyiapkan gardu hubung khusus untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan PSEL Kota Bekasi. Listrik tersebut akan didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kota Bekasi.
Ia menjelaskan lokasi PSEL yang berada di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berjarak sekitar 10 kilometer dari gardu induk PLN. Namun, PLN memilih menyiapkan gardu hubung yang lebih dekat dengan lokasi PSEL agar listrik dapat disalurkan untuk kebutuhan Kota Bekasi.
"Secara teknis jarak Bantargebang ke gardu induk PLN 10 kilometer. Tetapi, Pak Wali Kota menyampaikan beban listrik di Bekasi tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk Kota Bekasi," terang Darmawan.
Menurut Darmawan, PLN sebelumnya berencana menghubungkan listrik PSEL ke gardu induk untuk kemudian disalurkan ke berbagai wilayah. Namun, skema tersebut diubah dengan membangun gardu hubung yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi PSEL.
"Semula mau kita sambung ke gardu induk, yang kemudian ke mana-mana. Kita bangun gardu hubung yang hanya lima kilometer dari sini," ungkap dia.

(Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi)
PSEL Kota Bekasi berkapasitas 36 MW
Darmawan mengatakan PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas terpasang 36 megawatt (MW), sedangkan daya yang akan digunakan sekitar 27 MW.
Listrik dari PSEL akan disalurkan menuju gardu hubung menggunakan jaringan listrik melalui tiang listrik. Gardu hubung tersebut disiapkan secara khusus untuk mendukung penyaluran listrik PSEL ke Kota Bekasi.
"Karena ini hanya 27 MW dengan terpasang 36 MW, maka ini menggunakan tiang listrik biasa ke gardu hubung itu, khusus, spesialis untuk Kota Bekasi," ujar dia.
Darmawan mengatakan skema tersebut memungkinkan listrik hasil pengolahan sampah Kota Bekasi kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Ia berharap setelah PSEL memasuki tahap commissioning, pemerintah Kota Bekasi dapat menyampaikan kepada masyarakat asal listrik yang dihasilkan dari fasilitas tersebut.
"Jadi Pak Wali bisa menyampaikan, begitu PSEL nanti commissioning, listriknya ini dari sampah. Sampahnya Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian produksi listrik kita kirim kembali ke Kota Bekasi," tutur Darmawan.