BNPB Siapkan 28 Armada Udara untuk Penanganan Karhutla Tahun Ini

Logo BNPB. Foto: Dok. BNPB.

BNPB Siapkan 28 Armada Udara untuk Penanganan Karhutla Tahun Ini

Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 18:40

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siaga penuh menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Bahkan, 28 armada udara disiapkan menangani bencana tersebut.

“Untuk 2026 ini BNPB telah menyusun rencana dukungan untuk total 28 armada angkutan udara yang akan kita siapkan,” Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 18 Juni 2026.

Andi menjelaskan armada yang disiapkan terdiri atas 12 helikopter patroli dan 16 helikopter water bombing. Armada tersebut ditempatkan di daerah rawan.

Adapun rincian penempatan armada udara yaitu tiga helikopter patroli di Kalimantan Barat, dua unit di Riau, dua unit di Sumatra Selatan, dan satu unit di Jambi. 

BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pekerjaan tersebut bakal dilakukan dengan BMKG di sejumlah provinsi prioritas.

Andi menjelaskan upaya tersebut dilakukan karena luas karhutla pada 1 Januari hingga 17 Juni 2026 meningkat tajam ketimbang tahun lalu. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat 136 kejadian karhutla, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 63 kejadian pada 2025.

Ilustrasi karhutla. Foto: MI.

BNPB mencatat lima dari enam provinsi prioritas karhutla telah menetapkan status siaga darurat, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, Kalimantan Selatan masih belum menetapkan status tersebut karena dinilai masih mampu menangani kondisi yang ada melalui organisasi perangkat daerah terkait.

Selain enam provinsi prioritas, BNPB menangani karhutla di wilayah lain seperti Aceh dan Kepulauan Riau. Di Aceh, operasi udara berhasil membantu pemadaman kebakaran di Aceh Utara, Aceh Barat, dan Nagan Raya dengan luas terdampak sekitar 40 hektare. 

Sementara itu, di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, penanganan dilakukan setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat. BNPB menegaskan terus memperkuat dukungan dana siap pakai, logistik, operasi udara, dan modifikasi cuaca apabila terjadi eskalasi kebakaran selama puncak musim kemarau 2026.

(Anggi Tondi)