Pramono: Anggaran Rp100 Miliar untuk Pembongkaran Monorel dan Penataan

Tiang monorel di Jalan Asia Afrika. Foto: Metro TV/Rona

Pramono: Anggaran Rp100 Miliar untuk Pembongkaran Monorel dan Penataan

Achmad Zulfikar Fazli • 11 January 2026 18:17

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan soal penyediaan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan dana tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang, tapi juga perbaikan dan penataan jalan.

"Saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah," kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.

Pramono menuturkan pembongkaran tiang beton yang bakal dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026, itu menjadi salah satu prioritasnya, sesuai permintaan gubernur terdahulu, Sutiyoso atau Bang Yos.

Bahkan, Pramono akan mengundang Bang Yos untuk menghadiri proses pembongkaran, mengingat pembangunan tiang monorel dilakukan saat kepemimpinan Bang Yos di Jakarta.

"Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004, kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau. Maka, nanti minggu depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan jalannya, kita rapikan," ujar dia.
 

Baca Juga: 

Pengamat Sebut Mispersepsi Biaya Pembongkaran Tiang Monorel



Tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka

Pembangunan beton monorel di Rasuna Said, Jakarta, telah dimulai di era Gubernur DKI Sutiyoso pada 2004. Saat itu pembangunan itu diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, sebagai solusi kemacetan lalu lintas. Namun, pembangunan berhenti pada 2007, lantaran masalah pendanaan dan aset.

Pembangunan sempat kembali dilanjutkan pada era Gubernur Jokowi pada 2013, tapi gagal lagi karena sengketa antarperusahaan. Akibatnya, meninggalkan tiang-tiang beton mangkrak yang akan dibongkar di era Pramono Anung untuk penataan kota.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)