Suasana Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu, 10 Mei 2026. ANTARA/Ardiles Leloltery.
Manajemen Persipura Minta Polisi Segera Ungkap Dalang di Balik Kericuhan
Silvana Febiari • 11 May 2026 15:01
Jayapura: Manajemen tim Persipura Jayapura meminta polisi segera mengungkap dalang di balik kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua pada Jumat, 8 Mei 2026. Panitia pelaksana (Panpel) dibantu polisi bersama-sama melakukan investigasi untuk mengungkapkan peristiwa tersebut.
"Sepertinya ada oknum tertentu yang melakukan keributan setelah pertandingan selesai dan kami duga sudah ada rencana seperti ini," kata Manajer Persipura Jayapura Owen Rahadiyan, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Owen, selama kompetisi Liga 2 Championship musim 2025-2026, semua pertandingan yang dimainkan Persipura Jayapura berjalan baik. Pendukung Persipura bahkan mendapatkan pujian di berbagai media sosial.
Baca Juga :
"Atas insiden ini, kami dari manajemen Persipura turut prihatin, tentunya ini sangat disayangkan karena kami sudah menyelenggarakan pertandingan selama ini dengan baik," ujarnya.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat dan pendukung Persipura Jayapura. Sebab, target untuk bisa berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air belum tercapai.
"Namun kami sudah menyampaikan kepada semua pemain agar kita tidak ingin mengakhiri kompetisi dengan penyesalan dan kami akan berjuang di musim depan," ungkapnya.
.jpg)
Manajer Persipura Jayapura Owen Rahadiyan (ANTARA/Ardiles Leloltery)
Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh baik terhadap pemain maupun ofisial tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut. "Pada Minggu (10 Mei) kami resmi membubarkan tim dan target kami di awal Juni 2026 sudah menerima nama-nama pemain," ucapnya.
Manajemen Persipura Jayapura juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain dan pelatih Rahmad Darmawan yang telah membawa tim Mutiara Hitam hingga ke babak play off.