Ilustrasi Pexels
Hantavirus Jadi Sorotan, Perlukah Pembatasan Perjalanan atau Lockdown?
Muhamad Marup • 5 May 2026 13:23
Jakarta: Hantavirus jadi sorotan usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Senin, 3 Mei 2026, menemukan tiga penumpang kapal pesiar tewas akibat virus yang berasal dari hewan pengerat, terutama tikus tersebut. Meski terjadi di kapal, WHO menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu memberlakukan pembatasan perjalanan.
Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, sepakat dengan pernyataan WHO. Menurutnya, Hantavirus berbeda dari SARS-Cov-2 yang menyebabkan terjadinya Pandemi Covid-19.
"Ini artinya bukan satu outbreak atau wabah yang terkonfirmasi dengan transmisi luas," ujar Dicky, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 5 Mei 2026.
Baca Juga :
"Jadi beda kalau ada dampak manfaat kesehatan seperti di masa pandemi dulu ada PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau pun lockdown . Di sini (Hantavirus) tidak ada indikasi seperti itu dan tidak perlu maka (pembatasan)," jelasnya.
Pengawasan di pintu masuk negara
Dicky menyebut, hal yang harus dilakukan untuk mengatasi penyebaran Hantavirus adalah memperkuat pengawasan di pintu masuk negara, terutama pelabuhan. Gejala kesehatan yang harus diwaspadai adalah demam, nyari otot, dan sesak napas akut dengan catatan mereka berasal dari lokasi penyebaran Hantavirus."Dipastikan ini juga ada diagnosa banding ya supaya tidak salah diagnosisnya jadi jangan langsung menjudge," terangnya.
Selain kesehatan, pengawasan kebersihan juga harus diutamakan untuk memutus transmisi Hantavirus. Pihak pelabuhan harus melakukan inspeksi rodensia atau hewan pengerat seperti tikus baik di kapal maupun gudang secara tegas sesuai standar.
"Jadi harus dipastikan tidak ada satu pun tikus di kapal dan tidak boleh ada jejak urin atau kotoran tikus apalagi sarang dari tikus atau rodensia," katanya.

Ilustrasi Pexels
Hantavirus ancaman serius?
Dicky menekankan, Hantavirus merupakan ancaman serius. Secara klinis, kematian atau fatalitasnya mencapai 40% atau 4 dari 10 pasien akan meninggal.Ia menambahkan, secara onset atau waktu permulaan munculnya gejala penyakit atau dimulainya suatu kondisi medis, Hantavirus juga relatif cepat. Meski begitu, Hantavirus tidak memiliki potensi pandemi seprti Covid-19 atau influenza karena transmisinya antara hewan ke manusia.
"Sehingga meskipun memilih dampak yang tinggi dalam konteks fatalitas mobilitasnya tapi penyebaran penyakit ini sangat rendah atau kecil," ucapnya.