Apa Itu Hantavirus? Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

Tikus penyebab hantavirus, dok: pixabay

Apa Itu Hantavirus? Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

Putri Purnama Sari • 5 May 2026 09:55

Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat dugaan wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik pada Senin, 3 Mei 2026. Selain itu, ditemukan pula lima kasus suspek yang saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

WHO kini tengah melakukan investigasi mendalam, termasuk pengujian sampel di laboratorium untuk memastikan sumber dan jenis virus yang menginfeksi. Lantas, apa sebenarnya penyebab hantavirus? Berikut penjelasannya.

Penyebab Hantavirus

Dilansir dari laman Halodoc, Hantavirus merupakan virus yang berasal dari hewan pengerat, terutama tikus. Penularannya tidak terjadi secara langsung dari manusia ke manusia dalam sebagian besar kasus, melainkan melalui paparan lingkungan yang terkontaminasi.

Hantavirus sering terjadi di Amerika Utara dan Selatan. Di Amerika Serikat, sebagian besar infeksi akibat penyakit ini terjadi di negara bagian di sebelah barat Sungai Mississippi.

1. Paparan Kotoran dan Urine Tikus

Penyebab utama infeksi hantavirus adalah kontak dengan:

  • urin tikus
  • kotoran tikus
  • air liur tikus

Virus dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi, terutama di ruang tertutup atau kurang ventilasi.

2. Menghirup Partikel Terkontaminasi

Saat kotoran atau urine tikus mengering, partikel virus bisa menyebar ke udara. Ketika terhirup, virus dapat langsung menginfeksi paru-paru dan berkembang menjadi kondisi serius yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

3. Kontak dengan Permukaan Terpapar

Seseorang juga bisa terinfeksi jika menyentuh benda atau permukaan yang telah terkontaminasi virus, lalu menyentuh wajah (hidung, mata, atau mulut).

4. Gigitan Tikus (kasus jarang)

Meski jarang, hantavirus juga dapat menular melalui gigitan tikus yang terinfeksi.

Apakah Bisa Menular Antar Manusia?


Ilustrasi virus. (Freepik)

Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia. Namun, ada jenis tertentu, seperti strain Andes yang dalam kasus langka dapat menyebar antar individu.

Faktor Risiko Hantavirus

Di Amerika Serikat, kasus hantavirus lebih sering ditemukan di wilayah pedesaan bagian Barat. Meski begitu, risiko infeksi sebenarnya bisa meningkat pada siapa saja yang terpapar lingkungan tempat hidup hewan pengerat.

Beberapa lokasi yang paling rentan menjadi sumber paparan virus antara lain:

  • Bangunan pertanian
  • Gedung atau tempat yang sudah lama tidak digunakan, seperti gudang penyimpanan
  • Area perkemahan atau tempat singgah pendaki
  • Loteng maupun ruang bawah tanah
  • Area proyek konstruksi.
 

Selain itu, ada sejumlah aktivitas yang juga dapat meningkatkan risiko terpapar hantavirus, di antaranya:

  • Membuka atau membersihkan bangunan lama yang sudah lama terbengkalai
  • Membersihkan sarang atau kotoran hewan pengerat tanpa perlindungan yang memadai
  • Bekerja di bidang dengan paparan tinggi terhadap tikus, seperti konstruksi, layanan utilitas, pengendalian hama, serta sektor pertanian

Paparan di tempat-tempat dan aktivitas tersebut berisiko karena memungkinkan seseorang menghirup partikel virus dari urine atau kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)