Menkes Targetkan Seluruh Rumah Sakit Bisa Layani Kesehatan Mental

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Menkes Targetkan Seluruh Rumah Sakit Bisa Layani Kesehatan Mental

Siti Yona Hukmana • 26 October 2026 14:42

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, bakal mematangkan rencana memperkuat akses layanan kesehatan jiwa. Salah satunya, dengan memperluas fasilitas layanan kesehatan mental di setiap rumah sakit.

“Psikolog klinis, psikiater, itu belum kita persiapkan di puskesmas-puskesmas kita. Itu sebabnya sejak sekarang, begitu kita tahu masalah seperti itu, sekarang kita sedang mempersiapkan strategi penanganan penyakit mental,” kata Budi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2026.

Budi menyebut seluruh rumah sakit bakal ditargetkan memiliki kapasitas dan fasilitas memadai dalam memberikan perawatan kesehatan jiwa secara inklusif. Mulai dari seluruh puskesmas dan rumah sakit.

"Kalau dulu, kita hanya punya rumah sakit jiwa khusus, nanti semua rumah sakit harus bisa menangani kesehatan mental, karena kalau hanya rumah sakit jiwa enggak akan cukup,” ujar Budi.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Di sisi lain, dalam rangka meratakan akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok, Kemenkes meningkatkan pembangunan puluhan rumah sakit tipe D menjadi tipe C. Hal ini guna mendekatkan fasilitas medis mutakhir kepada masyarakat lokal.

“Itu sebabnya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) minta bangun 66 rumah sakit tipe D di luar Jawa semua tuh, Taliabu, Anambas, Nias, Sumba, ya daerah-daerah seperti itu, Buru, Papua, Maluku Utara itu semuanya dibangun,” ungkap Budi.

Sebagian fasilitas rumah sakit kini telah beroperasi dan siap memberikan pelayanan medis dasar hingga spesialis, kepada warga lokal. 

“Begitu dibangun, sudah selesai 21 (rumah sakit) beroperasi dan selesai 21. Sekarang sedang dalam pembangunan sekitar 21 lagi, tahun depan diharapkan lengkap, alat-alatnya juga sudah didistribusi,” ujar Budi.

Selain pembangunan fisik terus dipercepat, keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi krisis tenaga medis tersebut, Kemenkes berusaha mempercepat proses pendidikan dokter spesialis lewat sistem pendidikan kedokteran berbasis rumah sakit (hospital-based).

“Masalah paling banyak memang di dokternya yang sangat kurang. Itu sebabnya kita membuat program pendidikan spesialis hospital based,” ujar Budi.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)