Rumah Oksigen Siap Layani Warga Terdampak Karhutla, Menkes: Bukan Hanya Dipajang

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Rumah Oksigen Siap Layani Warga Terdampak Karhutla, Menkes: Bukan Hanya Dipajang

Fachri Audhia Hafiez • 26 October 2026 13:43

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan Rumah Oksigen di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini guna menangani dampak gangguan pernapasan masyarakat.

"Saya ingin memastikan bahwa semua Rumah Oksigen yang ada itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa melayani masyarakat," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2026.
 


Pemerintah memetakan wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan. Langkah penyiapan sarana ini ditargetkan menyasar puluhan kabupaten dan kota yang teridentifikasi memiliki kualitas udara buruk.

"Habis pulang dari sana, kita kumpulkan daerah-daerah yang hitam itu, ada berapa kemarin, 20-an kalau enggak salah, kabupaten kota. Itu semuanya kita lengkapi seluruh puskesmasnya harus ada dua tabung oksigen yang besar," jelas Budi.

Langkah percepatan penanganan di tingkat puskesmas ini diharapkan mampu mencegah kondisi pasien memburuk. Khususnya sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Supaya kalau sudah ada yang sesak, saturasi oksigennya turun, bisa langsung di-treatment di puskesmas," ujar Budi.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (kanan) meninjau layanan pemeriksaan kesehatan di rumah oksigen di ruang terbuka hijau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman.

Budi menerangkan mengenai kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kini mengalami peningkatan di daerah terdampak karhutla. Ia mengingatkan masyarakat untuk segera mengakses puskesmas terdekat, karena penanganan ISPA sudah dapat dilakukan di tingkat puskesmas.

"Tugas kita itu tadi, kalau begitu ISPA, di-oksigenasi, kalau kemudian ada infeksi batuk pilek yang enggak sembuh, itu mesti dikasih obat. Dan obatnya itu sebenarnya di puskesmas bisa karena ini rawat jalan," tutur Budi.

Guna mendukung penanganan medis yang memadai, Kemenkes terus memenuhi ketercukupan stok logistik obat-obatan secara bertahap. Kemenkes siap memasok ratusan ribu paket obat tambahan ke wilayah terdampak.

"Nah, kita pastikan juga obatnya sudah dikirim sekitar 500 ribu paket, kita akan kirim lagi 500 ribu paket ke rumah-rumah sakit," kata Budi.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)