Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Foto: Dok. Istimewa.
Pemerintah Akselerasi Pasokan Barang Bersubsidi ke Koperasi Merah Putih
Fachri Audhia Hafiez • 21 October 2026 18:46
Jakarta: Pemerintah mempercepat pasokan barang bersubsidi ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi. Langkah ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, guna memangkas rantai distribusi agar masyarakat memperoleh harga barang bersubsidi yang terjangkau.
"Jadi, penyaluran barang subsidi ini, seperti diarahkan Bapak Presiden, harus diimplementasikan dengan baik dan kemudian harus diakselerasi. Jadi memang kami sekarang intensif untuk mempercepat proses penyaluran barang-barang subsidi," tutur Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ferry menjelaskan, percepatan pasokan barang bersubsidi menjadi fokus pemerintah setelah 10.070 gerai KDKMP resmi beroperasi secara serentak pada 15 Oktober 2026. Keputusan tersebut juga merupakan hasil tindak lanjut dari peninjauan langsung sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di beberapa lokasi gerai.
Berdasarkan hasil peninjauan, gerai KDKMP telah menyediakan berbagai komoditas bersubsidi, seperti minyak goreng MinyaKita, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta LPG 3 kilogram (kg).
"Minyak goreng, beras, relatif tidak ada masalah. Tapi kemudian memang kita perlu akselerasi saja," papar Ferry.
.jpeg)
Ilustrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Foto: Dok. Antara.
Guna memperlancar proses distribusi tersebut, Kementerian Koperasi akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara.
Ferry menegaskan, penyaluran melalui KDKMP menjadi langkah strategis karena selama puluhan tahun barang bersubsidi terhambat rantai distribusi yang panjang. Kondisi ini kerap memicu keterbatasan akses hingga lonjakan harga di tingkat masyarakat.
"KDKMP di seluruh desa dan kelurahan nantinya akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah dan kemudian menjadi jawaban atas kehadiran negara di lapangan untuk menggantikan para aktor nonnegara yang selama sekian puluh tahun ini menjadi kultur di masyarakat," jelas Ferry.