Karhutla di Banyumas Tewaskan Satu Warga, Diduga Dipicu Puntung Rokok

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Dokumentasi/ BNPB)

Karhutla di Banyumas Tewaskan Satu Warga, Diduga Dipicu Puntung Rokok

Silvana Febiari • 15 October 2026 20:01

Banyumas: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menewaskan satu orang warga pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu juga menghanguskan sekitar satu hektare lahan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang tidak dipadamkan saat korban beristirahat.

“Laporan BPBD Kabupaten Banyumas menyebutkan kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang tidak dipadamkan saat korban beristirahat, kemudian membakar dedaunan kering di sekitarnya,” ujar Berton dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2026.


Berton menegaskan, dugaan penyebab kebakaran tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan pihak berwenang.

BPBD Kabupaten Banyumas berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pihak kecamatan untuk melakukan pendataan serta penanganan di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan terakhir, api telah padam seluruhnya dan korban telah dievakuasi.

Berton mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat vegetasi mengering dan akses pemadaman terbatas. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan.

“Masyarakat di wilayah terdampak karhutla diimbau untuk dapat menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruang,” imbau Berton.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Dokumentasi/ BNPB)


Masyarakat juga diminta segera melaporkan temuan titik api atau asap yang mengindikasikan kebakaran kepada aparat desa, BPBD, atau petugas pemadam kebakaran setempat. Laporan juga dapat disampaikan melalui pusat telepon BNPB di nomor 117 agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

Berton mengimbau masyarakat menghindari titik kebakaran, terutama di kawasan dengan medan sulit, asap tebal, atau arah rambat api yang tidak menentu.

(Silvana Febiari)