Ilustrasi kekeringan ekstrem. (Anadolu Agency)
Uni Eropa Kucurkan Rp4 Miliar untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Indonesia
Willy Haryono • 20 October 2026 16:58
Jakarta: Uni Eropa mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar €200.000 atau sekitar Rp4 miliar untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak kekeringan berkepanjangan pada 2026.
Bantuan tersebut ditujukan untuk sekitar 200.000 orang di wilayah yang paling terdampak, terutama melalui penyediaan akses air bersih dan pengurangan risiko kesehatan.
Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com belum lama ini, Uni Eropa menyatakan bantuan tersebut akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan mencakup distribusi air menggunakan truk tangki dan kendaraan pikap, promosi kebersihan, serta dukungan untuk pengambilan dan penyimpanan air yang aman.
Di wilayah dengan kualitas udara yang buruk, bantuan juga mencakup pembagian masker medis serta penyediaan konsentrator oksigen bagi fasilitas kesehatan tertentu.
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Uni Eropa terhadap Disaster Response Emergency Fund (DREF) yang dikelola Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Uni Eropa menyebut kondisi kekeringan di Indonesia memburuk sepanjang 2026. Defisit curah hujan berkepanjangan telah mengurangi ketersediaan air di sejumlah wilayah, meliputi sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Kondisi kering juga meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, termasuk dehidrasi dan penyakit akibat panas. Di sejumlah lokasi, kualitas udara turut memburuk akibat asap kebakaran hutan.
Dukungan melalui Dana Tanggap Darurat
Uni Eropa dan negara-negara anggotanya merupakan salah satu kelompok donor bantuan kemanusiaan terbesar di dunia. Bantuan tersebut ditujukan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah dan mengurangi penderitaan manusia, serta melindungi martabat masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis akibat ulah manusia.Melalui departemen Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan, Uni Eropa memberikan bantuan kepada jutaan korban konflik dan bencana setiap tahun. Penyaluran bantuan didasarkan pada kebutuhan kemanusiaan, dengan prioritas kepada kelompok masyarakat paling rentan.
Komisi Eropa telah menandatangani perjanjian delegasi bantuan kemanusiaan senilai €16 juta dengan IFRC untuk mendukung DREF.
Dana yang dibentuk pada 1979 tersebut memungkinkan perhimpunan nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah mengajukan dukungan keuangan segera ketika membutuhkan bantuan untuk merespons bencana. IFRC kemudian menyalurkan hibah dari dana tersebut, yang dapat diisi kembali melalui kontribusi para donor.
Baca juga: BMKG Rilis Daftar Wilayah Berstatus Kekeringan hingga 20 Oktober 2026