BMKG Rilis Daftar Wilayah Berstatus Kekeringan hingga 20 Oktober 2026

Ilustrasi freepik

BMKG Rilis Daftar Wilayah Berstatus Kekeringan hingga 20 Oktober 2026

Putri Purnama Sari • 13 October 2026 11:56

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode 11–20 Oktober 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia masuk kategori Awas, Siaga, hingga Waspada.

Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG menyebut sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena kekeringan meteorologis terjadi ketika curah hujan di suatu wilayah berada di bawah kondisi normal dalam periode tertentu. Dampaknya dapat berupa berkurangnya ketersediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

BMKG membagi peringatan dini kekeringan meteorologis ke dalam tiga kategori, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas. Masyarakat diimbau memperhatikan status wilayah masing-masing dan mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi setempat.

Daftar Wilayah Berstatus Awas Kekeringan

Kategori Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam klasifikasi peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG.

Pada Dasarian II Oktober 2026, status Awas tercatat di sejumlah kabupaten dan kota yang tersebar di berbagai provinsi. Berikut daftar provinsi yang sebagian wilayahnya masuk kategori Awas berdasarkan informasi yang dirangkum dari BMKG:
  • Daerah Istimewa Yogyakarta (seluruh wilayah)
  • Nusa Tenggara Timur (seluruh wilayah)
  • Sulawesi Utara (seluruh wilayah)
  • Gorontalo (seluruh wilayah)
  • Bali (sebagian wilayah)
  • Banten (sebagian wilayah)
  • DKI Jakarta (sebagian wilayah)
  • Jawa Barat (sebagian wilayah)
  • Jawa Tengah (sebagian wilayah
  • Jawa Timur (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Selatan (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Tengah (sebagian wilayah)
  • Kepulauan Bangka Belitung (sebagian wilayah)
  • Lampung (sebagian wilayah)
  • Maluku (sebagian wilayah)
  • Maluku Utara (sebagian wilayah)
  • Nusa Tenggara Barat (sebagian wilayah)
  • Papua Selatan (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Selatan (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tengah (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tenggara (sebagian wilayah)
  • Sumatera Selatan (sebagian wilayah)
 

Daftar Wilayah Berstatus Siaga Kekeringan


Ilustrasi Medcom.id

Selain kategori Awas, BMKG menetapkan status Siaga di sejumlah wilayah. Status ini menjadi peringatan agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak kekeringan.

Berikut daftar wilayah yang masuk kategori Siaga:
  • Bali (sebagian wilayah)
  • DKI Jakarta (sebagian wilayah)
  • Jawa Tengah (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Selatan (sebagian wilayah)
  • Kepulauan Bangka Belitung (sebagian wilayah)
  • Lampung (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tengah (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tenggara (sebagian wilayah)
  • Maluku (sebagian wilayah)
  • Papua Selatan (sebagian wilayah)

Daftar Wilayah Berstatus Waspada Kekeringan

BMKG juga menetapkan status Waspada untuk sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan perhatian terhadap potensi kekeringan meteorologis.

Berikut daftar wilayah yang masuk kategori Waspada:
  • Bali (sebagian wilayah)
  • Jawa Tengah (sebagian wilayah)
  • Nusa Tenggara Barat (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Selatan (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Tengah (sebagian wilayah)
  • Kalimantan Timur (sebagian wilayah)
  • Papua Selatan (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Selatan (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tengah (sebagian wilayah)
  • Sulawesi Tenggara (sebagian wilayah)
Peringatan tersebut berlaku untuk wilayah tertentu. Artinya, tidak semua daerah dalam provinsi yang tercantum otomatis mengalami kekeringan dengan status yang sama.

Masyarakat dapat memeriksa peta peringatan dini kekeringan meteorologis di situs resmi BMKG untuk mengetahui wilayah kabupaten atau kota yang masuk kategori Awas, Siaga, dan Waspada.

Untuk informasi lengkap tentang wilayah yang terdampak kekeringan dapat diakses melalui laman Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG.

Imbauan BMKG selama Musim Kemarau

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BMKG mengimbau masyarakat yang wilayahnya masih mengalami musim kemarau untuk melakukan sejumlah langkah berikut:
  • Menghemat penggunaan air. Gunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan untuk menjaga ketersediaan air bersih.
  • Tidak membakar lahan maupun sampah. Kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari. Jika memungkinkan, batasi aktivitas di bawah terik matahari untuk mengurangi paparan panas.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan seiring kondisi kering yang masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. 

Dengan memperhatikan peringatan dini dan melakukan langkah antisipasi sejak awal, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan serta menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)