Ekspansi Kawasan Industri Buka Peluang Bisnis Infrastruktur

Infrastruktur di CDIA. Foto: Chandradaya-investasi.com

Ekspansi Kawasan Industri Buka Peluang Bisnis Infrastruktur

Husen Miftahudin • 29 September 2026 10:23

Jakarta: Perkembangan kawasan industri turut meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai infrastruktur penunjang, mulai dari energi, air, kepelabuhanan, fasilitas penyimpanan, hingga layanan logistik. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha infrastruktur untuk mengembangkan layanan yang terintegrasi dengan aktivitas industri, termasuk di kawasan Cilegon, Banten.
 
Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengembangkan empat pilar bisnis, yakni energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Infrastruktur tersebut terhubung dengan aktivitas industri di Kawasan Industri Krakatau (KIK) dan wilayah sekitarnya yang menjadi salah satu kawasan industri berat dan petrokimia.
 
"CDIA berada pada ekosistem yang kebutuhan infrastrukturnya mengikuti perkembangan aktivitas industri. Karena itu, pertumbuhan kawasan dapat membuka peluang bagi peningkatan permintaan terhadap energi, utilitas maupun layanan logistik," ujar Fikri, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2026.
 
Berdasarkan laporan riset KB Valbury Sekuritas, pendapatan CDIA pada semester I-2026 mencapai USD82,1 juta atau tumbuh 22,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Pendapatan segmen energi tercatat USD51,8 juta, meningkat 5,4 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari segmen logistik tumbuh 80,2 persen menjadi USD27 juta.
 
Pertumbuhan pendapatan berlangsung di tengah peningkatan biaya. Biaya pendapatan naik 30,9 persen, sedangkan beban operasional meningkat 103,2 persen secara tahunan.
 

 

Okupansi kawasan industri meningkat

 
Perkembangan kawasan industri menjadi salah satu faktor yang mendukung kebutuhan terhadap layanan infrastruktur. Fikri mengatakan KIK I dan KIK II telah mencatat tingkat okupansi masing-masing sekitar 73 persen dan 92 persen.
 
Adapun KIK III masih dalam tahap pengembangan untuk mendukung ekosistem petrokimia dan kendaraan listrik. Kawasan KIK III masih memiliki sekitar 253 hektare lahan yang belum dikembangkan.
 
"KIK I dan KIK II, misalnya, telah mencatat tingkat okupansi masing-masing sekitar 73 persen dan 92 persen. Sementara itu, KIK III masih dalam tahap pengembangan untuk mendukung ekosistem petrokimia dan kendaraan listrik, dengan sekitar 253 hektare lahan yang belum dikembangkan," tambah Fikri.
 
Ekspansi kawasan industri turut berpotensi meningkatkan kebutuhan energi dan utilitas. Riset KB Valbury memperkirakan konsumsi listrik nasional tumbuh sekitar lima persen per tahun hingga 2034. Sementara itu, kebutuhan listrik sektor industri diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, yakni sekitar 5,9 persen per tahun.
 
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur energi di kawasan industri.

Naik 22,8%, Pendapatan CDIA Tembus USD82,1 Juta di Semester I-2026

(Aktivitas operasional CDIA. Foto: dok CDI Group)

 

Proyek CA-EDC menambah kebutuhan infrastruktur

 
Kebutuhan infrastruktur juga berpotensi berasal dari pengembangan proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Pacific.
 
Proyek tersebut mencakup fasilitas Chlor Alkali berkapasitas 400 KTA dan EDC sebesar 500 KTA. Hingga Juli 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai 72 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
 
Pengembangan proyek tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap listrik, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan layanan logistik. Namun, besaran kontribusi proyek CA-EDC terhadap pendapatan maupun laba CDIA belum dapat dipastikan karena belum terdapat estimasi spesifik yang diungkapkan.
 
Keterkaitan bisnis infrastruktur dengan aktivitas industri juga terlihat dari kontribusi transaksi pihak berelasi yang mencapai 22,3 persen terhadap pendapatan CDIA pada semester I-2026.
 
Pada segmen logistik, Chandra Asri Group menyumbang sekitar 60 persen dari kapasitas pengiriman CDIA. Kontrak time charter yang digunakan umumnya memiliki tenor hingga masa ekonomis kapal.
 
Perkembangan kawasan industri dengan demikian menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat kebutuhan terhadap layanan infrastruktur. Pertumbuhan aktivitas produksi, ekspansi fasilitas industri, serta peningkatan kebutuhan energi dan logistik dapat memengaruhi permintaan terhadap layanan pendukung industri.

(Husen Miftahudin)