Kabut Asap Selimuti Jambi, Bandara Sultan Thaha Tunda Pendaratan Pesawat

Ilustrasi kabut asap di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Kabut Asap Selimuti Jambi, Bandara Sultan Thaha Tunda Pendaratan Pesawat

Lukman Diah Sari • 30 September 2026 11:28

Kota Jambi: Dua penerbangan rute Jakarta menuju Jambi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penundaan waktu mendarat akibat kabut asap yang membuat jarak pandang (visibility) di Bandara Sultan Thaha Jambi terbatas.

"Pihak maskapai masih menunggu pembaruan kondisi cuaca di Jambi, khususnya terkait jarak pandang akibat kabut asap yang memengaruhi proses pendaratan pesawat," kata General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun di Jambi, Rabu, 30 September 2026.

Hal itu menyebabkan jadwal penerbangan rute Jambi-Jakarta juga tertunda, yaitu maskapai Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG 960 yang dijadwalkan berangkat pukul 10.25 WIB, serta Garuda Indonesia GA 126 yang dijadwalkan terbang pukul 10.35 WIB.

Ardon menjelaskan, untuk aktivitas lepas landas (take off) di Bandara Sultan Thaha, kondisi visual sejauh ini masih memungkinkan. Namun, operasional pendaratan membutuhkan jarak pandang yang jauh lebih memadai demi keamanan.

"Tantangan utama saat ini berada pada proses pendaratan karena membutuhkan kondisi jarak pandang yang cukup bagi pilot," tambahnya.

Berdasarkan pemantauan otoritas bandara hingga pukul 10.00 WIB, jarak pandang di area Bandara Sultan Thaha Jambi berada pada kisaran 1.200 meter.

Ilustrasi. Bandara Singkawang, Kalbar (ANTARA/Narwati)


Untuk itu, dia menambahkan, pihak pengelola bandara terus memantau dinamika cuaca secara berkala serta berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan demi menjaga keselamatan operasional udara.

Ia mengimbau para calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara Sultan Thaha Jambi untuk aktif memperbarui informasi status penerbangan melalui saluran resmi maskapai masing-masing.

"Setiap perkembangan kondisi cuaca akan terus kami informasikan kepada pihak maskapai maupun pengguna jasa bandara agar penerbangan dapat berjalan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," jelasnya.

(Lukman Diah Sari)