Jelang Sumpah Pemuda, Sejumlah Lansia Berkebaya Meriahkan CFD Bundaran HI

Sejumlah ibu-ibu lanjut usia (lansia) tampil nyentrik berkebaya disertai kain tradisional nusantara sambil jalan sehat di kawasan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan

Jelang Sumpah Pemuda, Sejumlah Lansia Berkebaya Meriahkan CFD Bundaran HI

Metro TV • 11 October 2026 16:16

Jakarta: Sejumlah ibu-ibu lanjut usia (lansia) tampil nyentrik berkebaya disertai kain tradisional nusantara sambil jalan sehat di kawasan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Mereka berolahraga dengan bantuan tongkat nordic walking.

Anggota Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI), Widyastuti, mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026.

“Dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda, jadi hari ini kita pakai Kebaya,” ujar Widyastuti di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.

Aksi unik ini rutin dilakukan KJNI bersama organisasi Pelestari Perempuan Pelestari Budaya Nusantara (PPBN). Perempuan berusia 64 itu menyampaikan berolahraga sambil mengenakan busana daerah menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan budaya.

Sejumlah ibu-ibu lanjut usia (lansia) tampil nyentrik berkebaya disertai kain tradisional nusantara sambil jalan sehat di kawasan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Metrotvnews/Arini Noviawati Gunawan

Sementara itu, anggota KJNI, Suryani, mengatakan berkebaya merupakan sebuah gaya. Tujuannya, melestarikan budaya Indonesia

“Prinsip kita, berkebaya itu gaya. Kadang pakai pakaian Betawi, kadang pakaian Jawa,” ujar Suryani, 65.

Menurut Suryani, kebaya tidak lagi harus dipandang sebagai pakaian yang kaku untuk acara formal. Dia merasa nyaman dan percaya diri mengenakan pakaian tradisional tersebut.

Tongkat Nordic Jaga Kesimbangan

Anggota KJNI, Suci, 66, menjelaskan alasan para lansia berolahraga menggunakan tongkat nordic. Alat tersebut dinilai sangat membantu lansia menjaga keseimbangan dan mengurangi beban persendian kaki saat berjalan jarak jauh.

“Ini berkat tongkat nordic juga,” ujar Suryani.
 


Suryani mengatakan semangat para lansia untuk berolahraga tidak kalah dengan generasi muda. Mereka berjalan kaki dari Ratu Plaza hingga area pusat Bundaran HI dengan bantuan tongkat nordic.

Bahkan, mereka membagikan rutin meramaikan ajang CFD setiap dua minggu sekali, yakni pada minggu kedua dan keempat tiap bulannya. Komunitas tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian seni budaya seperti menari, bermain alat musik angklung, hingga menghadiri seminar kebudayaan-kebudayaan.

Bagi para lansia, momen olahraga tak hanya menjadi aktivitas sarana menjaga kesehatan. Kegiatan ini juga sebagai wadah silaturahmi, rekreasi, dan menjaga rasa kebangsaan di usia senja.

(Arini Noviawati Gunawan)

(Achmad Zulfikar Fazli)