Hotspot di 6 Provinsi Meningkat, Capai 864 titik

Peta sebaran hotspot di sejumlah provinsi. Foto: Metrotvnews.com/Arini.

Hotspot di 6 Provinsi Meningkat, Capai 864 titik

Anggi Tondi Martaon • 4 November 2026 18:46

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Sebab, terdapat peningkatan pergerakan titik api (hotspot) serta luas lahan yang terbakar. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan, total hotspot yang terpantau sebanyak 864 titik. Luas lahan yang sedang dalam penanganan mencapai 1.615 hektar.

“Untuk penanganan dan pengendalian karhutla di Indonesia, ada 10 provinsi yang kami catat, namun kami dapat laporkan ada 6 yang signifikan yang menjadi perhatian kami,” ujar Berton di Studio BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 4 November 2026.
 


Berton mengungkapkan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan titik api, yaitu melonjak 50 persen menjadi 425 titik. Kondisi ini juga dibarengi dengan peningkatan luas lahan dalam penanganan sebesar 664 hektar atau naik 21 persen.

“Di Kalimantan Tengah jumlah hotspot meningkat 50 persen menjadi 425 dari hari kemarin, serta jumlah lahan yang dalam penanganan sebesar 664 hektar dan ini pun mengalami kenaikan,” ungkap Berton.

Lonjakan drastis hotspot juga terjadi di Sumatra Selatan (Sumsel). Jumlah hotspot naik 186 persen menjadi 60 titik dengan area penanganan meluas 66 persen menjadi 105 hektar. 

“Atau naik 66 persen,” ujar Berton.

Sementara di Jambi, hotspot melonjak 134 persen menjadi 150 titik, disertai lonjakan luas area pemadaman yang mencapai 403 hektar. Sebaliknya, Papua Selatan mencatatkan penurunan signifikan titik api sebesar 57 persen menjadi 120 titik, dengan luas area penanganan menyusut 78 persen ke angka 203 hektar.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Penurunan hotspot juga terpantau di Nusa Tenggara Timur menjadi 24 titik meskipun area penanganan naik jadi 58 hektar. Lebih lanjut, Kalimantan Timur yang hotspot-nya turun sebesar 14 persen menjadi 85 titik 

“Tentu kami mengimbau kepada pemerintah daerah secara khusus melihat terutama adanya peningkatan titik api dan juga jumlah lahan yang sedang ditangani,” ujar Berton.

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan penanganan di lapangan. Berton berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada selagi titik api dan sebaran kebakaran masih dalam batas kemampuan pengendalian.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Anggi Tondi)