Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu (4/11/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.
Kalteng dan Sumsel jadi Fokus Utama Penanganan Karhutla
Siti Yona Hukmana • 4 November 2026 18:18
Jakarta: Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi sorotan utama pemerintah dalam penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, terdapat lonjakan signifikan jumlah titik panas serta luas lahan terbakar di kedua wilayah tersebut.
"Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot meningkat 50 persen menjadi 425 hektare dari hari kemarin, serta jumlah lahan yang dalam penanganan sebesar 664 hektare dan ini pun mengalami kenaikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Selain Kalteng dan Sumsel, eskalasi titik api dan luas lahan terdampak juga dicatat di Provinsi Jambi. Dengan temuan 150 titik api yang mengalami lonjakan hingga 134 persen, serta luas lahan dalam penanganan seluas 403 hektare.

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan. (Anadolu Agency)
Menghadapi tren peningkatan yang cukup masif di sejumlah daerah prioritas tersebut, BNPB secara khusus mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengoptimalkan sumber daya penanggulangan secara maksimal.
Menurut Berton, BNPB masih mengerahkan armada udara untuk melakukan operasi pemadaman, patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang diharapkan dapat meredam potensi perluasan karhutla di tengah dinamika cuaca saat ini.
"Tentu kami mengimbau kepada pemerintah daerah secara khusus melihat, terutama adanya peningkatan titik api dan juga jumlah lahan yang sedang ditangani. Selagi masih bisa kita tangani tentu kita mengupayakan secara maksimum upaya yang dilaksanakan," ujar Berton.