Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melihat helikopter water bombing beroperasi memadamkan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (ANTARA/Firman)
Enam Penyelam Basarnas Dikerahkan Evakuasi Kru Helikopter MI-17V5 Jatuh di Seruyan
Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 17:43
Seruyan: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan enam personel penyelam untuk membantu proses evakuasi kru helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan, enam penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan tim evakuasi TNI AD.
"Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Ia menjelaskan, personel penyelam tersebut merupakan tenaga terlatih yang disiapkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi bersama tim TNI AD.
Selain mengerahkan personel dari Kantor SAR Palangka Raya, Basarnas juga menyiagakan penyelam dari Basarnas Special Group (BSG) di Jakarta apabila dibutuhkan dalam operasi tersebut.
"Kami memaksimalkan penyelam yang dari Kantor SAR Palangka Raya dulu, penyelam Basarnas Spesial Grup (BSG) di Jakarta juga ready, (sewaktu-waktu) siap digerakkan," cetusnya.
Sebelumnya, berdasarkan siaran pers resmi TNI AD, kecelakaan helikopter MI-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.
Helikopter tersebut diketahui bertolak dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas. Foto: MI/Devi Harahap.
Insiden terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu untuk mendukung operasi water bombing. Saat itu, pesawat mengalami kendala saat terbang hingga akhirnya jatuh ke sungai. Setelah kejadian, TNI AD mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi kru melalui jalur udara.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan awal, satu kru helikopter ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke RS Kuala Pembuang. Sementara itu, lima kru lainnya berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.