Atasi Karhutla, BNPB Siagakan 59 Armada Udara di Titik Rawan

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh TNI AU di Kalimantan Selatan. MI

Atasi Karhutla, BNPB Siagakan 59 Armada Udara di Titik Rawan

Lukman Diah Sari • 29 October 2026 20:40

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan armada udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Untuk memaksimalkan pemadaman, BNPB telah menyiagakan 59 unit armada udara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan armada tersebut terdiri atas 24 unit patroli/CASA/OMC dan 35 helikopter pengebom air (water bombing). Dari total 59 armada itu, sebanyak 40 unit milik BNPB, 15 unit milik TNI, dan 4 unit milik pihak lain.

"Sebanyak 52 unit ditempatkan di enam provinsi prioritas," kata Berton, dalam rilis resmi, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Fokus penempatan 52 armada di enam provinsi prioritas karhutla meliputi:
  • Kalimantan Selatan: 14 unit.
  • Kalimantan Tengah: 10 unit.
  • Sumatra Selatan: 10 unit.
  • Kalimantan Barat: 9 unit.
  • Jambi: 5 unit.
  • Riau: 4 unit.
Sementara itu, 7 unit armada lainnya disiagakan di luar provinsi prioritas, yakni di Jawa Timur (2 unit), Lampung (2 unit), Kalimantan Timur/IKN (1 unit), Papua Selatan (1 unit), dan Papua Barat Daya (1 unit).

Selain kesiapan armada, upaya preventif dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026. OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total 22.600 kilogram bahan semai (dry ice dan NaCl).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Antara.

Rinciannya, di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai (menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/TNTP). Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai (menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang).

"Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, termasuk di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah," ungkap Berton.

Secara keseluruhan, total luas lahan karhutla yang saat ini berada dalam penanganan intensif BNPB mencapai 595,5 hektare (ha). Rincian sebaran lahan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Kalimantan Timur: 169 ha.
  • Papua Selatan: 161,5 ha.
  • Sulawesi Tengah: 85 ha.
  • Sulawesi Tenggara: 56 ha.
  • Sulawesi Selatan: 50 ha.
  • Maluku: 31 ha.
  • Maluku Utara: 23 ha.
  • Nusa Tenggara Timur: 10 ha.
  • Gorontalo: 4 ha.
  • Kalimantan Selatan: 4 ha.
  • Jawa Timur: 2 ha.

(Lukman Diah Sari)