Pengusaha Sebut Kondisi Geopolitik hingga Daya Beli Bikin Sektor Riil Tertekan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja. Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Pengusaha Sebut Kondisi Geopolitik hingga Daya Beli Bikin Sektor Riil Tertekan

Husen Miftahudin • 8 October 2026 11:07

Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan perubahan kondisi geopolitik dan global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sektor riil.

"Yang menjadi faktor sangat penting perubahannya memang ada di kondisi geopolitik, kondisi global, di mana ini sangat berpengaruh terhadap sektor riil," ujar Shinta dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Shinta, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam melihat kondisi industri saat ini. Salah satunya ialah keterbatasan bahan baku yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan akses, tetapi juga harga.

"Beberapa aspek penting, pertama kalau kita melihat dengan kondisi yang ada, memang yang menjadi faktor yang sangat penting saat ini adalah keterbatasan bahan baku, ini kunci banget," tutur dia.

Shinta bilang, kenaikan harga bahan baku dan tarif yang signifikan turut menambah tekanan terhadap sektor industri. "Keterbatasan bahan baku ini tidak hanya accessibility atau jumlah bahan baku, tapi juga dari segi harga, kenaikan tarif yang begitu signifikan," jelasnya.

Biaya Logistik Bikin Industri Tertekan

Selain bahan baku, Shinta menyoroti peningkatan biaya logistik yang turut menjadi tantangan bagi industri. Menurut dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas insentif yang diberikan pemerintah, khususnya untuk sektor padat karya.

"Kemudian dari aspek sisi logistic cost yang multiplying, jadi kalau kita lihat ini sangat berpengaruh. Jadi insentif yang kemudian didorong oleh pemerintah untuk sektor-sektor padat karya, mungkin tidak bisa langsung terealisasi dari sisi itu," jelas Shinta.

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski. Foto: Metrovnews.com/Duta Erlangga.

Menurut dia, besarnya tantangan yang dihadapi industri membuat insentif pemerintah perlu dilihat bersama dengan berbagai persoalan yang membebani sektor riil.

Shinta juga menyoroti kondisi permintaan (demand) yang berasal dari pasar ekspor maupun domestik. "Dari dalam negeri yang ada sekarang, kita juga melihat soal daya beli, soal barang-barang ilegal yang masuk dan memengaruhi demand yang ada," ujar dia.

Shinta mengatakan persoalan pada sisi pasokan dan permintaan menciptakan tekanan bagi sektor riil. "Jadi kita melihat ada satu disrupsi besar dari segi supply dan demand," kata dia.

(Husen Miftahudin)