BMKG Prakirakan Musim Hujan di Jambi Mulai Masuk Akhir Oktober

Ilustrasi hujan. (Dokumentasi/ BMKG)

BMKG Prakirakan Musim Hujan di Jambi Mulai Masuk Akhir Oktober

Silvana Febiari • 7 October 2026 14:40

Kota Jambi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Jambi memasuki awal musim hujan pada akhir Oktober.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Jaya Martua Sinaga mengatakan musim hujan mulai masuk secara bertahap pada dasarian ketiga Oktober. Hujan diperkirakan turun tidak merata dan diawali dari wilayah Jambi bagian timur.

"Dasarian tiga Oktober Jambi mulai masuk musim hujan, untuk wilayah Provinsi Jambi terdapat empat zona musim (ZOM). Perlu diketahui bahwa satu ZOM ini tidak mewakili batas wilayah per kabupaten, melainkan satu ZOM bisa mencakup hingga dua atau tiga kabupaten," kata Jaya, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026. 


Untuk tahap pertama awal musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada dasarian ketiga Oktober (tanggal 21–31 Oktober). Wilayah yang memasuki musim hujan pada periode itu meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Tebo, sebagian besar Bungo, serta sebagian besar Sarolangun.

Kemudian, memasuki dasarian satu November, awal musim hujan berlanjut ke wilayah lain, meliputi Tanjung Jabung Barat bagian utara, Bungo bagian utara, Merangin bagian barat, serta Sarolangun bagian barat. Berlanjut ke dasarian dua November, musim hujan mulai menyebar ke wilayah Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan sebagian kecil Tanjung Jabung Timur.

Dalam beberapa hari ke depan, 7 hingga 9 Oktober, cuaca di seluruh Provinsi Jambi diperkirakan masih didominasi cerah hingga berawan. Namun, mulai tanggal 10 hingga 13 Oktober, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sejumlah daerah. Potensi hujan tersebut cenderung tidak merata dan lebih berpeluang terjadi di wilayah bagian barat Jambi.


Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Tri Agus Pramono (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi. ANTARA/Agus Suprayitno.


Meski kondisi iklim global saat ini menunjukkan fenomena El Nino dengan indeks cukup kuat, dinamika atmosfer lokal tetap berpengaruh. Faktor tersebut masih mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG juga memprakirakan pola angin sepanjang Oktober umumnya bertiup dari arah tenggara akibat pengaruh pergerakan angin dari Benua Australia menuju Asia (monsun Australia). Arah angin diprakirakan mulai bervariasi pada akhir Oktober hingga awal November.

Menjelang pertengahan November, arah angin diperkirakan mulai berubah seiring dinamika peralihan musim di wilayah Jambi.

(Silvana Febiari)