Tangkapan layar video terkait dengan bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 16 November 2025. ANTARA/Sumarwoto
BNPB Ungkap 45 Orang Masih Terisolasi Akibat Longsor Banjarnegara
Achmad Zulfikar Fazli • 17 November 2025 01:59
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada 45 orang yang masih terisolasi akibat longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 15 November 2025. Puluhan warga itu masih dalam proses evakuasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan terdapat sekitar 286 KK atau 660 orang telah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum.
"Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan serta persawahan warga, dan mengancam pemukiman di sekitarnya," kata Abdul, Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 16 November 2025.
Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, satu warga bernama Klewih, 40, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka fraktur. Setelah dievakuasi dan diperiksa di puskesmas, korban sadar kembali dan dalam keadaan membaik.
Selain Klewih, terdapat dua warga lainnya yang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum. Total tiga orang terluka akibat longsor.
Baca Juga:
9 Ciri-ciri Tanah Rawan Longsor yang Wajib Diwaspadai, Terutama Musim Hujan |

Ilustrasi longsor. Dok Metrotvnews
Kerusakan material akibat longsor, kata dia, mencakup sekitar 30 rumah serta lahan persawahan dan perkebunan yang terdampak. Pendataan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh wilayah terdampak.
Dia mengatakan BPBD setempat bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian di Kantor Kecamatan Pandanarum.
"Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit," kata dia.
Menurut dia, longsor terjadi setelah pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat bencana tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, dan banjir berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025, yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.