Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (tangkapan layar)
Cerita Santri Selamat dari Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Bikin Khofifah Terenyuh
Amaluddin • 3 October 2025 08:44
Sidoarjo: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak kuasa menahan rasa pilu, saat mendengarkan langsung kisah para santri korban selamat dari ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Khofifah mendapat cerita itu ketika mengunjungi para korban yang tengah dirawat di RSUD R.T. Notopuro dan RS Islam Siti Hajar Sidoarjo.
Di RSUD R.T. Notopuro, Khofifah menyapa empat pasien selamat, yakni Haikal, Wahyu, Rosi, dan Al Fatih. Saat berbincang, Khofifah mengaku terenyuh mendengar cerita mereka yang penuh ketabahan dan ikhlas.
Salah satunya, Al Fatih yang mengira hanya tertidur tiga hari, sebelum akhirnya sadar saat dievakuasi. “Setelah dievakuasi, ia langsung meminta minum es. Cerita sederhana tapi sangat menyentuh hati,” kata Khofifah, Jumat, 3 Oktober 2025.
Kisah lain datang dari Haikal yang tetap mendengar azan di tengah kondisi darurat, dan berusaha menunaikan salat. “Hati mereka luar biasa kuat. Semoga kesembuhan dan semangat para santri ini terus terjaga,” ujar Khofifah, dengan mata berkaca-kaca.
“Alhamdulillah, layanan di sini sudah terintegrasi. Jika suatu saat terjadi overload pasien, kami sudah siapkan rujukan tambahan di RS Bhayangkara Surabaya,” ucap Khofifah.
Khofifah juga mengabarkan bahwa tiga santri selamat dari musibah dirawat di RS Siti Hajar. Satu santri masih menjalani perawatan pascaoperasi, sementara dua lainnya, yakni M. Roihan Shaka Nabil dan M. Alvin, sudah diizinkan pulang.
"Alhamdulillah dua santri sudah bisa kembali pulang," pungkas Khofifah.