Gubernur Banten, Andra Soni bersama Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid (kiri) di Perumahan Permata 2 Balaraja, Kabupaten Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Penyempitan Saluran Air Pemicu Banjir di Perumahan Permata Balaraja
Hendrik Simorangkir • 19 September 2025 18:22
Tangerang: Gubernur Banten, Andra Soni dan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid meninjau lokasi yang kerap terdampak banjir di Perumahan Permata 2, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Penyebab banjir diduga karena adanya penyempitan dan belokan saluran air yang menghambat aliran.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas pihak, baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun pemerintah pusat. Andra Soni juga meminta dukungan penuh dari masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama pentingnya fungsi saluran air dan menjaga fungsi saluran air itu agar tetap berubah fungsinya
"Kita perlu kesadaran bersama agar saluran air tidak ditutup atau dibeton. Semua perbaikan ini tujuannya untuk kepentingan masyarakat banyak. Kami bersama Pak Bupati sudah menyepakati tindak lanjut, dan akan segera dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait," kata Andra Soni, Jumat, 19 September 2025.
| Baca: Banjir Hingga 1 Meter Landa Kabupaten Tangerang, 1.500 KK Terdampak
|
Untuk itu Maesyal menambahkan pihaknya akan melakukan langkah-langkah teknis guna mengurangi dampak banjir di kemudian hari.
"Ada dua langkah utama yang akan ditempuh, yaitu memperbesar saluran air agar aliran lebih lancar, serta memanfaatkan lahan yang tidak digunakan untuk dibangun tandon air. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi genangan dan mempercepat surutnya air," jelas Maesyal.
Menurut Maesyal kunjungannya bersama Gubernur Banten merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat pemerintah daerah atas aspirasi masyarakat, khususnya mengatasi dan menangani banjir yang kerap melanda Perumahan Permata 2 Balaraja.
"Melalui sinergi pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Perumahan Permata 2 dapat segera terwujud, sehingga warga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman," kata Maesyal.
Sebelumnya banjir melanda Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 17 September 2025. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi dan kontur tanah rendah.