Ilustrasi minyak dunia. Foto: Dok ICDX
Sempat Melonjak Pekan Lalu, Harga Minyak Brent Turun ke USD108 per Barel
Eko Nordiansyah • 19 October 2026 08:06
Houston: Harga minyak mentah dunia anjlok pada awal Senin, 19 Oktober 2026, karena pasar mengantisipasi peningkatan pasokan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah untuk mencabut sebagian besar sanksi dan tarif terhadap Rusia.
Harga minyak mentah dunia turun setelah sempat melonjak hampir lima persen pada pekan lalu, yang didorong oleh gangguan berkelanjutan pada pasokan global, terutama dari Timur Tengah.
Dikutip dari Investing, harga minyak mentah Brent berjangka turun 1,4 persen menjadi USD108,35 per barel.
Trump cabut sanksi terhadap Rusia
Pada Jumat malam, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menangguhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia, hanya beberapa hari sebelum sanksi tersebut sedianya diberlakukan. Trump juga membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara yang mengimpor minyak dari Rusia.Presiden AS tersebut menyatakan, pencabutan sanksi ini dilakukan demi kepentingan nasional Amerika Serikat. Keputusan ini diambil hanya sepekan setelah Trump menandatangani kesepakatan impor diesel dengan Rusia, seraya menyalahkan Ukraina atas kenaikan harga bahan bakar global akibat serangan-serangan Ukraina terhadap fasilitas-fasilitas Rusia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Pada akhir pekan lalu, Ukraina mengisyaratkan akan terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur Rusia, sembari menyatakan keberatan atas berbagai kesepakatan yang terjalin antara Washington dan Moskow.
Trump menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen AS, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, terkait pencabutan sanksi terhadap Rusia tersebut.
Presiden AS ini tengah menghadapi masalah kenaikan harga bahan bakar yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, sebuah kondisi yang berpotensi memengaruhi prospek Partai Republik dalam pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) mendatang.
Konflik Timur Tengah berlanjut
Namun, ketegangan antara AS dan Iran masih terus berlanjut, yang mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah dan menopang harga bahan bakar global.Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga terus terlibat bentrokan, yang semakin mengancam pasokan minyak di kawasan tersebut.