Viral di Threads, Polisi Temui Pedagang Sate Korban Pemalakan di Tangsel

Pedagang sate padang yang berjualan di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) jadi korban pemalakan viral di media sosial. (Foto istimewa)

Viral di Threads, Polisi Temui Pedagang Sate Korban Pemalakan di Tangsel

Hendrik Simorangkir • 1 October 2026 16:42

Tangerang: Seorang pedagang sate padang yang berjualan di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menjadi korban pemalakan yang kemudian viral di media sosial. Pedagang tersebut mengaku dipalak hingga ratusan juta rupiah.

Informasi pemalakan tersebut viral di platform Threads. Pedagang itu disebut dipalak hingga mencapai Rp200 juta, yang disertai pengancaman menggunakan senjata tajam. Akibatnya, pedagang tersebut memilih untuk pindah lokasi berjualan ke salah satu kafe di wilayah Sektor 9, Bintaro.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Anne Rose Agrippina Putri mengatakan, usai mendapat informasi yang viral tersebut, pihaknya langsung menemui korban.

"Unit Reskrim dan Intel telah mendatangi kediaman penjual sate atau korban dan dapat dibenarkan bahwa ia mengalami pemalakan atau pemerasan," ujar Anne, Kamis, 1 Oktober 2026.

Anne menuturkan, pihaknya masih mendalami nominal uang yang telah dikeluarkan oleh pedagang sate tersebut. Anne mengungkapkan pihaknya telah mengantongi bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana pemerasan.

"Kalau terkait korban ditodong dengan celurit ataupun senjata tajam itu tidak dibenarkan, si korban penjual sate tidak ada dikalungkan ataupun ditodong senjata tajam, dibantah," kata Anne.

Pedagang sate padang yang berjualan di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) jadi korban pemalakan viral di media sosial. (Foto istimewa)

Meski demikian, Anne menambahkan, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.

"Kami sudah mengarahkan pada saat mendatangi kediaman korban ataupun penjual sate padang tersebut untuk melaporkan ke polisi. Namun, sampai saat ini kami masih menunggu karena yang bersangkutan masih dalam pertimbangan ataupun rembuk sama keluarga," jelas Anne.

(Lukman Diah Sari)