Penanganan hewan di klinik hewan keliling. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Waspada Zoonosis, Penularan Penyakit dari Hewan Peliharaan ke Manusia
Metro TV • 12 October 2026 16:14
Jakarta: Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan hewan peliharaan perlu menjadi perhatian di tengah fenomena zoonosis. Namun, masyarakat perlu mengantisipasi penularan penyakit ringan yang kerap diabaikan akibat penurunan daya tahan tubuh.
“Kalau yang ke manusia sejauh ini alhamdulillahnya rabies Jakarta bebas ya. Paling yang ringan-ringan kayak ringworm, jamur, bisa nular juga ke kita kan kalau imun kita drop itu biasanya nular ke kita,” kata Mufid selaku dokter hewan di klinik hewan keliling kepada Metrotvnews.com di Kantor Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2026.
“Terus juga kayak cacingan, itu kan kadang ya kalau pupnya enggak diurusin sembarang ya kena cacing-cacing, dia pup, kita bersihin, tahu-tahu nempel, akhirnya kita kena cacing,” ujar Mufid.

Mobil klinik hewan keliling di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Di sisi lain, praktik pengobatan mandiri oleh pemilik hewan peliharaan tanpa pengawasan tenaga medis profesional seringkali menjadi tantangan serius bagi para praktisi kesehatan hewan. Penggunaan obat secara serampangan dikhawatirkan dapat memicu komplikasi klinis jangka panjang dan menurunkan efektivitas pengobatan di masa mendatang.
“Sebenarnya yang yang kita hadapi sekarang itu kan sebenarnya resistensi antibiotik ya, kan sekarang sudah mulai banyak beredar juga obat-obat yang katanya mengandung antibiotik tapi kita enggak ngerti takarannya berapa,” kata Mufid.
Lebih lanjut, dampak dari ketidaktepatan dosis tersebut akan membuat mikroorganisme patogen menjadi kebal. Sehingga, organ vital hewan peliharaan harus bekerja jauh lebih keras.
“Otomatis nanti virus tersebut atau bakteri itu kan tidak bisa dirusakkan ya, kan kadar antibiotiknya terus naik. Dan itu juga pengaruhnya banyaklah kayak ginjal, hati jadi berat,” ungkap Mufid.
Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk selalu memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan resmi dan menghindari tindakan coba-coba mengobati hewan secara mandiri di rumah.
“Coba saja dibawa, dicek, nanti kita bantu untuk diagnosisnya seperti apa, untuk penyakitnya ya ringan atau berat dibawa saja dulu gitu jangan ragu,” kata Mufid.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)