Indonesia Dorong Hilirisasi dan Investasi SDM dalam Kemitraan dengan Afrika

Duta Besar Umar Hadi dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Senin, 12 Oktober 2026. (Kemlu RI)

Indonesia Dorong Hilirisasi dan Investasi SDM dalam Kemitraan dengan Afrika

Willy Haryono • 14 October 2026 14:24

New York: Indonesia menegaskan Semangat Bandung sebagai landasan kemitraan dengan negara-negara Afrika, 71 tahun setelah Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.

Solidaritas yang dahulu memperjuangkan kemerdekaan kini diarahkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kemakmuran bersama.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Umar Hadi, dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Senin lalu.

Pertemuan tersebut membahas kemajuan pembangunan berkelanjutan di Afrika dan dukungan internasional, dalam kerangka transformasi dari New Partnership for Africa's Development (NEPAD) menuju Agenda 2063 Uni Afrika.

Mengawali pernyataannya, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 14 Oktober 2026, Dubes Umar Hadi mengangkat kembali pesan Presiden Soekarno dalam KAA 1955 mengenai perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Lebih dari tujuh dekade kemudian, negara-negara Asia dan Afrika telah mencatat berbagai kemajuan dan semakin berperan dalam menentukan arah pembangunan global.

Indonesia menyambut positif pertumbuhan ekonomi Afrika yang diperkirakan mencapai 4,4 persen pada 2025. Sebanyak 22 negara di benua tersebut bahkan mencatat pertumbuhan di atas 5 persen.

Capaian itu mencerminkan ketahanan dan potensi besar Afrika dalam mewujudkan Agenda 2063, yakni visi untuk membangun benua yang makmur, terintegrasi, dan damai.

Namun, kemajuan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya biaya pinjaman dan terbatasnya akses terhadap pembiayaan pembangunan hingga belum optimalnya manfaat ekonomi yang diperoleh dari kekayaan sumber daya alam Afrika.

Tiga Prioritas Kemitraan Indonesia-Afrika

Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia menekankan tiga prioritas kerja sama.

Pertama, memperkuat kedaulatan ekonomi melalui penciptaan nilai tambah sumber daya nasional, sebagaimana tercermin dalam pengalaman hilirisasi Indonesia.

Kedua, menjadikan investasi sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama pendidikan dan pelatihan pertanian dengan negara-negara Afrika.

Ketiga, menerjemahkan Semangat Bandung menjadi kemitraan konkret di bidang perdagangan, investasi, dan peningkatan kapasitas.

Komitmen tersebut tercermin dalam hubungan ekonomi Indonesia-Afrika yang semakin erat. Forum Indonesia-Afrika pertama pada 2018 menghasilkan kesepakatan bisnis hampir USD 600 juta. Setahun kemudian, Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue menghasilkan kesepakatan senilai lebih dari USD 800 juta.

Pada 2024, Forum Indonesia-Afrika kedua menghasilkan 32 kesepakatan kerja sama senilai lebih dari USD3,5 miliar di berbagai sektor strategis.

Kerja sama kedua pihak juga mencakup pengembangan sumber daya manusia. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 500 peserta dari Afrika memperoleh manfaat dari lebih dari 60 proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan.

Indonesia juga membagikan pengalamannya melalui pusat pelatihan pertanian di Tanzania dan Gambia.

“Indonesia berdiri bersama Afrika sebagai mitra, berlandaskan solidaritas dan saling menghormati,” tegas Dubes Umar Hadi.

Indonesia juga melihat peluang untuk memperluas kemitraan dari tingkat bilateral menjadi antarkawasan. Integrasi ekonomi ASEAN dan pembentukan African Continental Free Trade Area (AfCFTA) dinilai membuka ruang bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas antara kedua kawasan.

Indonesia turut mendorong ASEAN dan Uni Afrika untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing dalam memperkuat integrasi kawasan dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

Baca juga: JICA dan Indonesia Gelar Pelatihan Promosi Perdagangan untuk 6 Negara Afrika

(Willy Haryono)