Profil Suroso Isnandar, Direktur Utama Baru PLN

Suroso Isnandar ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo. Foto: dok PLN.

Profil Suroso Isnandar, Direktur Utama Baru PLN

Ade Hapsari Lestarini • 14 October 2026 21:14

Jakarta: Suroso Isnandar ditunjuk menggantikan posisi Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Suroso Isnandar sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Melansir laman PLN, pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971 tersebut telah menjadi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 2025.

Suroso memiliki pengalaman panjang dalam bidang ketenagalistrikan, khususnya dalam pengelolaan sistem tenaga, pembangkitan, penyaluran, hingga transformasi digital. Jabatan yang pernah diemban antara lain:

  1. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi (2019-2021).
  2. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (2021-2022).
  3. Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PT PLN (Persero) Kantor Pusat (2022-2023).


Suroso Isnandar ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo. Foto: dok PLN.
   

30 tahun berkarier di PLN


Lulusan ITB yang sudah lebih dari 30 tahun berkarier di PLN tersebut memiliki latar belakang teknis yang kuat serta kepemimpinan dalam berbagai unit strategis. Dia berperan dalam mendukung transisi energi PLN menuju bauran energi baru terbarukan yang andal dan berkelanjutan.

Suroso merupakan peraih gelar Doktor di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2025. Selain itu, dia juga memiliki gelar Master di bidang Teknik dan Manajemen Ketenagalistrikan (Power Engineering and Management) dari University of Abertay Dundee Inggris pada 1999, serta gelar Sarjana Teknik Tenaga Listrik dari ITB pada 1994.

Mengutip laman LinkedIn Suroso, dia memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) yang menunjukkan keahlian dia dalam pengelolaan manajemen risiko secara strategis.

(Ade Hapsari Lestarini)