Menteri Investasi/Kepala BPKM Rosan Roeslani. Foto: Tangkapan layar YouTube Setneg.
Rosan: Indonesia 'Ketiban' Investasi Nyaris Rp4.000 Triliun di 2 Tahun Prabowo-Gibran
Husen Miftahudin • 23 October 2026 22:02
Jakarta: Pemerintah mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026, atau dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Investasi tersebut menyerap sekitar 5,48 juta tenaga kerja, dengan porsi penanaman modal di luar Jawa mencapai 51,8 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menyampaikan capaian tersebut dalam laporan pada Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.
"Mulai Oktober 2024 sampai dengan September 2026, total investasi yang sudah masuk sebesar hampir Rp4.000 triliun Bapak Presiden, atau Rp3.923,2 triliun," ungkap Rosan, dikutip dari Antara, Jumat, 23 Oktober 2026.
Rosan menjelaskan, realisasi investasi selama periode tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja. Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Jawa tercatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.
Investasi dalam negeri capai Rp1.998,7 triliun
Berdasarkan asal modal, investasi dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun, setara 50,9 persen dari total investasi. Adapun penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun.
"Investasi dalam negerinya 50,9 persen atau Rp1.998,7 triliun dan penanaman modal asing adalah Rp1.924,5 triliun. Jadi ini adalah selama dua tahun persis Bapak Presiden, dari dua tahun Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden," jelas Rosan.
Komposisi tersebut menunjukkan investasi dalam negeri menyumbang sedikit lebih dari separuh total realisasi investasi selama periode Oktober 2024 hingga September 2026.
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Danantara bidik streamlining 700 perusahaan
Selain melaporkan realisasi investasi, Rosan menyampaikan perkembangan penataan perusahaan di bawah Danantara melalui proses streamlining atau penyederhanaan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi aset perusahaan.
Hingga saat ini, sebanyak 364 perusahaan telah menjalani proses streamlining. Danantara menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 700 perusahaan pada akhir Desember 2026.
Rosan juga melaporkan peningkatan profitabilitas perusahaan. Berdasarkan proyeksi yang disampaikan, profitabilitas tersebut ditargetkan mencapai Rp334 triliun pada akhir 2026.
"Dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan Bapak, sehingga pada target mungkin di akhir tahun ini bisa mencapai Rp334 triliun," imbuh Rosan.
Capaian dan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata perusahaan di bawah Danantara agar lebih efisien dan produktif, sekaligus mengoptimalkan aset yang dikelola.