Menko bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: tangkapan layar YouTube Kementerian ESDM.
Bahlil Ungkap Rencana Pengembangan Nuklir, Sejumlah Lokasi Dikaji
Eko Nordiansyah • 26 October 2026 19:16
Jakarta: Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah membuka peluang kerja sama dengan negara yang memiliki kemampuan teknologi nuklir untuk mengembangkan energi nuklir di Indonesia.
Saat ini, pemerintah masih mengkaji sejumlah lokasi potensial dan akan menentukan kelanjutan proyek setelah memenuhi studi kelayakan (feasibility study/FS).
"Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk mengkaji nuklir," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Bahlil mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan beberapa wilayah untuk pengembangan energi nuklir, termasuk Kalimantan dan Sumatra. Selain itu, Batam, Kepulauan Riau, turut disebut dalam pembahasan mengenai kemungkinan lokasi proyek tersebut.
“Ada beberapa juga lokasi di Kalimantan, dan ada beberapa lokasi juga yang ada di Sumatra,” beber dia.
Menurut Bahlil, pemerintah masih perlu mengkaji kelayakan setiap lokasi sebelum mengambil keputusan. Pengembangan proyek belum akan dilakukan sebelum tahapan studi kelayakan terpenuhi.
“Kita kaji dulu, kita sekarang mempertimbangkan, kalau sudah lulus FS-nya, baru kita lakukan,” kata Bahlil.
Baca Juga :
Pengadaan Impor BBM hingga LNG Bakal Lewat BLU

(Ilustrasi pemanfaatan nuklir oleh PLTN Bushehr di Iran. Foto: Dok Anadolu Agency)
Pemerintah pertimbangkan negara mitra
Selain menentukan lokasi, pemerintah juga mempertimbangkan negara yang akan diajak bekerja sama dalam pengembangan energi nuklir. Bahlil mengatakan, calon mitra akan dipertimbangkan berdasarkan kemampuan teknologi nuklir yang dimiliki.“Untuk negaranya, negara yang punya kemampuan nuklir lah,” ujar Bahlil.
Namun, Bahlil belum menyebutkan secara spesifik negara yang akan menjadi mitra Indonesia. Pemerintah masih mengkaji rencana tersebut sebelum menentukan bentuk kerja sama dan langkah selanjutnya.
Dalam konferensi pers yang sama, Batam turut disebut ketika pembahasan beralih pada kemungkinan lokasi pengembangan energi nuklir. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa Batam akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas nuklir.
Pengembangan nuklir menunggu hasil kajian
Bahlil menegaskan, pengembangan energi nuklir perlu melalui tahapan kajian sebelum direalisasikan. Pemerintah akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan kelanjutan proyek.Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan lokasi final, negara mitra, kapasitas fasilitas, maupun jadwal pembangunan. Kalimantan dan Sumatera masih disebut sebagai wilayah yang masuk dalam pertimbangan, sedangkan Batam muncul dalam pembahasan mengenai kemungkinan lokasi.
Dengan demikian, rencana pengembangan energi nuklir di Indonesia masih berada pada tahap kajian. Keputusan mengenai lokasi dan kerja sama dengan negara mitra akan ditentukan setelah pemerintah menyelesaikan pertimbangan kelayakan proyek. (Selsha Septifanie Gunawan)