Flavio Bolsonaro Unggul di Putaran Pertama Pilpres Brasil, Trump Beri Pujian

Flavio Bolsonaro unggul di putaran pertama pilpres Brasil 2026. (Anadolu Agency)

Flavio Bolsonaro Unggul di Putaran Pertama Pilpres Brasil, Trump Beri Pujian

Muhammad Reyhansyah • 6 October 2026 17:04

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji hasil putaran pertama pemilihan presiden Brasil yang menempatkan kandidat konservatif Flavio Bolsonaro di posisi teratas.

Trump menyebut perolehan suara Bolsonaro sebagai “kemenangan besar” setelah pemungutan suara nasional pada Minggu, 4 Oktober 2026, membawa persaingan ke putaran kedua melawan Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

“Ini kemenangan besar! Sungguh luar biasa,” tulis Trump di media sosial sembari memuji kinerja Bolsonaro dalam pemilu tersebut, seperti dikutip dari TRT World, Selasa, 6 Oktober 2026.

Flavio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, memperoleh sekitar 47 persen suara dalam putaran pertama. Sementara itu, Lula meraih sekitar 45 persen suara berdasarkan hasil akhir pemilu.

Karena tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas mutlak lebih dari 50 persen suara sah, Bolsonaro dan Lula akan kembali berhadapan dalam putaran kedua pada 25 Oktober.

Kedua kubu kini melakukan persiapan intensif untuk menghadapi pertarungan tersebut, termasuk berupaya menarik dukungan pemilih yang sebelumnya memberikan suara kepada kandidat lain pada putaran pertama.

Hubungan Dekat dengan Trump

Trump diketahui memiliki hubungan politik dan personal yang dekat dengan keluarga Bolsonaro. Mei lalu, Trump menerima Flavio Bolsonaro di Gedung Putih ketika politikus Brasil itu tengah mencalonkan diri sebagai presiden.

Keduanya secara konsisten mendorong hubungan bilateral yang lebih erat antara Washington dan Brasilia. Bolsonaro juga menempatkan dirinya sebagai salah satu mitra utama Trump selama kampanye pemilu.

Dukungan terbuka Trump disampaikan ketika pemilu Brasil memasuki tahap baru yang mempertemukan dua tokoh politik utama tersebut dalam persaingan yang terpolarisasi.

Trump telah lama mendukung gerakan Bolsonaro dan kerap mengkritik pemerintahan Lula terkait sikap diplomatik serta ekonominya terhadap Amerika Serikat.

Baca juga: Brasil Mulai Penyelidikan Terkait Kemungkinan Campur Tangan AS di Tengah Pilpres

(Willy Haryono)