Para pendukung salah satu kandidat di Pilpres Brasil. Foto: Anadolu
Brasil Mulai Penyelidikan Terkait Kemungkinan Campur Tangan AS di Tengah Pilpres
Fajar Nugraha • 5 October 2026 07:47
Brasilia: Polisi Federal Brasil sedang menyelidiki kemungkinan campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan presiden negara tersebut setelah menerima pengaduan dari Kantor Jaksa Agung.
Hal ini disampaikan oleh direktur jenderal badan tersebut pada Minggu saat pemungutan suara berlangsung secara nasional.
"Ini adalah penyelidikan yang sedang berjalan, sebuah prosedur awal. Penyelidikan ini belum dipublikasikan secara resmi. Namun proses investigasi sudah berlangsung," ujar kepala Polisi Federal, Andrei Rodrigues, kepada para wartawan di ibu kota Brasilia, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 5 Oktober 2026.
Permintaan dari Kantor Jaksa Agung tersebut bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan adanya campur tangan asing dalam proses pemilihan umum Brasil.
Permintaan itu didasarkan pada laporan surat kabar Inggris, The Guardian, yang menduga bahwa dana pemerintah AS dialihkan ke berbagai jaringan dan organisasi di Brasil.
“Menurut dokumen yang diajukan pemerintah Brasil, dana tersebut diduga digunakan untuk mencampuri debat politik serta mengacaukan dan menyerang kerangka kelembagaan peradilan Brasil," demikian dilaporkan kantor berita Agencia Brasil.
Pemilihan umum berlangsung saat para kandidat memberikan suara
Penyelidikan ini dilakukan di tengah warga Brasil yang sedang memberikan suara dalam pemilihan presiden yang mendapat sorotan luas, dengan persaingan yang dipimpin oleh petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.Kedua kandidat utama tersebut memberikan suara mereka pada jam-jam awal pemungutan suara.
"Saya sangat yakin, bukan hanya karena pemerintahan yang telah kami bangun, tetapi juga karena kerja keras kami selama masa kampanye. Saya yakin tingkat partisipasi pemilih akan sangat tinggi, dan saya yakin kami akan memenangkan pemilihan ini," kata Lula kepada wartawan setelah memberikan suara.
Lula, yang mengincar masa jabatan keempat (tidak berturut-turut), memberikan suaranya di Sao Bernardo do Campo, negara bagian Sao Paulo, sekitar pukul 09.15 waktu setempat. Ia didampingi oleh Wakil Presiden Geraldo Alckmin dan sekutu politik lainnya.
Flavio Bolsonaro memberikan suara di Rio de Janeiro tak lama setelah tempat pemungutan suara dibuka. Ia juga memprediksi kemenangan pada putaran pertama, seraya mengatakan ingin "mengembalikan hak keluarga-keluarga Brasil untuk bermimpi kembali."
Tempat pemungutan suara dibuka secara nasional pada pukul 08.00 waktu Brasilia dan dijadwalkan tutup pada pukul 17.00, dengan hampir 159 juta pemilih yang berhak berpartisipasi dalam putaran pertama, menurut Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) Brasil.
Jajak pendapat menunjukkan persaingan pemilihan presiden yang ketat.
Jajak pendapat Datafolha terbaru yang diterbitkan hari Sabtu menempatkan Lula pada angka 45% dan Flavio Bolsonaro pada 42% dari suara sah, keduanya berada di bawah ambang batas 50% yang diperlukan untuk menghindari putaran kedua.Misi pengamatan pemilu Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menyatakan bahwa pemungutan suara berjalan lancar dan dalam kondisi keamanan yang memadai.
Polisi Federal menyatakan bahwa 48 orang telah ditahan karena dugaan pelanggaran pemilu, termasuk dugaan politik uang dan kampanye yang tidak sesuai aturan.
Pihak berwenang juga melaporkan insiden teknis yang melibatkan mesin pemungutan suara elektronik. Di negara bagian Santa Catarina di wilayah selatan, pengadilan pemilu daerah melaporkan 99 insiden selama pagi hari, dengan 46 mesin diganti menggunakan peralatan cadangan.
Rodrigues juga menanggapi kekhawatiran terkait misi diplomatik setelah kedutaan besar AS dan Australia menangguhkan sementara layanan konsuler pada Jumat 2 Oktober 2026 dengan alasan keamanan.
"Kami tidak menemukan bukti konkret yang menunjukkan adanya risiko nyata terhadap kedutaan mana pun. Informasi yang dikumpulkan kemarin tidak mengarah pada hal konkret atau adanya rencana apa pun yang telah kami identifikasi," ujarnya.
Penghitungan suara sementara dari luar negeri untuk pemilihan presiden telah dimulai di zona waktu di mana pemungutan suara telah berakhir. Hampir 919.000 warga Brasil terdaftar untuk memberikan suara di luar negeri.
TSE menyatakan penghitungan suara akan dimulai pada pukul 17.00 waktu Brasilia, dengan hasil yang dirilis secara bertahap seiring diterimanya dan diprosesnya data dari mesin pemungutan suara.
Jika tidak ada kandidat presiden yang memperoleh lebih dari separuh suara sah, putaran kedua akan diselenggarakan pada 25 Oktober.
Para pemilih juga akan memilih gubernur, senator, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Chamber of Deputies), serta anggota legislatif tingkat negara bagian atau distrik.