Pencarian satu awak kapal yang hilang di Perairan Tuban, Jawa Timur. (Metro TV/Bambang Yulianto)
Kapal Kargo Bermuatan Semen Tenggelam di Perairan Tuban, Satu ABK Hilang
Bambang Yulianto • 8 October 2026 14:57
Tuban: Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang membawa 1.800 ton semen tenggelam di perairan Tuban, Jawa Timur, Rabu malam, 7 Oktober 2026. Kapal tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tongkang.
Koordinator KSOP Tanjung Pakis Wilayah Kerja Jenu, Boby Mulya Kusuma, mengatakan proses evakuasi terhadap awak kapal telah dilakukan, sementara pencarian terhadap satu korban masih berlangsung.
"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang. Saat ini masih dalam proses pencarian tim SAR," kata Boby di Tuban, Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebelumnya, Kapal Khatulistiwa 8 bertolak dari Pelabuhan Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, pada Rabu petang. Saat berada di perairan Tuban, kapal tersebut bertabrakan dengan sebuah kapal tongkang.
Benturan menyebabkan bagian haluan kapal robek. Air masuk ke dalam kapal hingga menyebabkan mesin blackout dan kapal tenggelam.
"Kru kapal meninggalkan kapal pukul 21.37 WIB. Kami dari Syahbandar berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar," ungkap Boby.
Dua kapal tugboat milik Pertamina dan TPPI dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Sebanyak 17 ABK berhasil diselamatkan sebelum kapal Khatulistiwa 8 sepenuhnya karam.

Proses evakuasi awak Kapal Khatulistiwa 8 sebelum tenggelam. (Metro TV/Bambang Yulianto)
Satu awak kapal yang masih hilang diketahui bernama Mayan Petter Saba (39), warga Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Pencarian melibatkan Syahbandar, Basarnas Surabaya, BPBD Tuban, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Dari 17 ABK yang berhasil dievakuasi, dua orang mengalami luka ringan. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis dari tim Dokkes Polresta Tuban.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Petugas masih memeriksa berbagai faktor yang diduga menyebabkan kapal bertabrakan dengan tongkang, meski Khatulistiwa 8 diketahui dilengkapi radar.
Para ABK yang selamat sementara ditempatkan di sebuah hotel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah proses pemeriksaan selesai, mereka akan diserahkan kepada pihak keluarga.